Pengalaman organisasi, kompetisi, hingga program MBKM menjadi modal penting bagi lima mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam menembus Program Magang Bersertifikat Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) Tahun 2026, Rabu (04/03/2026).
Kelima mahasiswa tersebut ialah Habib Anhar, Rahma Dhiny Harta, Anggita Sari Rangkuti, Muhammad Reyza Arianda, dan Fadlan Zikra.
Salah satu mahasiswa yang lolos, Anggita Sari Rangkuti, mengungkapkan ketertarikannya mengikuti program tersebut karena ingin merasakan langsung suasana kerja profesional di instansi pemerintah pusat.
“Saya tertarik karena program magang di Kementerian Keuangan Republik Indonesia memiliki lingkungan kerja yang profesional dan sistem yang terstruktur. Selain itu, saya juga ingin melihat langsung bagaimana praktik pengelolaan keuangan negara, yang selama ini saya pelajari secara teori di perkuliahan,” ungkapnya.
Menurut Anggita, pengalaman organisasi dan kompetisi yang pernah diikutinya turut membantu dalam menghadapi proses seleksi. Ia pun membagikan pesan kepada mahasiswa lain yang ingin mencoba kesempatan serupa.
“Pengalaman organisasi dan lomba itu sangat membantu, terutama dalam membangun kepercayaan diri dan kemampuan problem solving. Pesan dari saya, jangan takut untuk mencoba. Persiapkan diri dengan baik, kenali diri sendiri, dan pahami tempat yang kamu tuju. Jangan cepat menyerah kalau belum lolos, karena setiap proses itu pasti ada pembelajarannya,” jelasnya.
Sementara itu, mahasiswa lainnya, Fadlan Zikra, juga menjelaskan bahwa pengalaman sebelumnya membantunya dalam mengikuti program magang nasional tersebut.
“Saya pernah mengikuti program MBKM di PTPN IV Regional II selama dua batch. Sebenarnya tidak ada persiapan khusus, hanya membuat CV yang menarik dan memahami dasar-dasar tentang Kementerian Keuangan, seperti sejarah serta visi dan misinya,” pesannya.
Fadlan menambahkan, momen paling menegangkan justru terjadi saat menunggu hasil pengumuman yang memerlukan waktu cukup lama.
“Yang paling menegangkan itu saat menunggu hasil karena cukup lama diumumkan dan perubahan status diterima juga memakan waktu, sehingga sempat merasa deg-degan. Yang pasti, selalu libatkan Tuhan dalam setiap proses dan minta restu orang tua. Pesannya, teruslah belajar dan mencari tahu hal-hal baru,” tutupnya.
Tr : Dinda



















