Teropongdaily, Medan-Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengungkap makna yang terkandung dalam warna toga terbaru guna pembaruan identitas kampus untuk wisuda periode I 2025.
Diketahui bahwa pada periode ini, UMSU telah merilis toga wisuda dengan warna biru terang yang dominan, seperti tampak dalam dokumentasi resmi para wisudawan. Warna ini jelas berbeda dari toga hitam klasik yang selama ini digunakan, yang dianggap lebih merepresentasikan formalitas serta kehormatan akademik.
Kepala Humas UMSU, Dr. Ribut Priadi, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari pembaruan identitas visual universitas. Menurutnya, pemilihan warna biru mencerminkan suasana ceria dan modern, sejalan dengan semangat kebahagiaan pada hari wisuda.
“Wisuda itu kan hari raya bagi mahasiswa, jadi konsepnya harus ceria dan penuh kebahagiaan, bukan malah menjadi beban,” ujar Dr. Ribut saat diwawancarai Kru Teropong, Selasa (20/05/2025).
Ia menambahkan bahwa warna cerah seperti biru dapat memunculkan energi positif dan semangat baru. Menurutnya, warna biru tidak serta-merta menghilangkan nilai akademik dan tradisi kampus.
“Pemilihan warna cerah dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang lebih membahagiakan,” jelasnya.
Namun, tanggapan berbeda datang dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang akan mengikuti wisuda mendatang, Ardiansyah Utama. Ia mengaku kecewa dan merasa bahwa warna biru tidak merepresentasikan kemegahan serta keanggunan seperti toga hitam.
“Saya sangat kecewa dengan warna toga tersebut karena kurang merepresentasikan keeleganan dalam suatu wisuda,” ujar Ardiansyah.
Ia juga menyampaikan pesan kritis kepada pihak universitas terkait keputusan tersebut.
“Saya kecewa dengan pemilihan warna biru ini, tapi ya bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur dan warna sudah ditentukan,” tutupnya.
Tr: Ahmad Zacky & Muhammad Wira






















