• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat

Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat

19 November 2018
FISIP UMSU Juara Futsal Fest 2026 Piala Gubsu

FISIP UMSU Juara Futsal Fest 2026 Piala Gubsu

13 May 2026
Mahasiswa UMSU Ikuti KKN Internasional di Malaysia

Mahasiswa UMSU Ikuti KKN Internasional di Malaysia

13 May 2026
Talkshow Ketum HMJ Komunikasi Soroti Peran Organisasi Kampus

Talkshow Ketum HMJ Komunikasi Soroti Peran Organisasi Kampus

13 May 2026

Commference 2026 Bahas Relevansi Himpunan Mahasiswa di Era Digital

13 May 2026
Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

13 May 2026
UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

13 May 2026
Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

13 May 2026

Apa itu Shundoku?

12 May 2026
Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

12 May 2026
Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

12 May 2026
Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

10 May 2026
Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

10 May 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Thursday, 14 May 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat

by REDAKSI TEROPONG
19 November 2018
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat
0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pramoedya Ananta Toer bilang, “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri”.

“Bubarlah kelen, buat macet,” bentak tukang becak pada massa aksi.

RelatedPosts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

“Kami menyuarakan kalian Bapak tukang becak,” balas seorang mahasiswa.

Kutipan tersebut menunjukkan kondisi di mana ternyata rakyat yang diklaim mahasiswa sebagai perjuangannya tidak merasa terwakili. Apa yang sebenarnya terjadi dalam pada pergerakan mahasiswa sebagai penyambung lidah masyarakat.

Mahasiswa seyogyanya harus menjadi penyambung lidah rakyat. Dalam buku Gerakan Mahasiswa: Pilar Ke-5 Demokrasi, Hariman Siregar bahkan menyebutkan hal tersebut sebagai “kutukan”. Kaum muda terutama mahasiswa menjadi tumpuan sekaligus harapan bagi rakyat dalam memperbaiki tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di negara-negara terjajah, pemuda dan mahasiswa hadir lebih awal untuk menolak ketidakadilan. Penjajahan yang berkepanjangan kerap menimbulkan rasa apatis dan ketakutan mengambil resiko oleh rakyat.

Di Indonesia sendiri sejarah membuktikan mahasiswa punya andil yang besar. Mulai dari gerakan perjuangan kemerdekaan yang diawali para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atau dikenal dengan sekolah untuk pendidikan dokter pribumi—sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tokoh nasional seperti Sorkarno dan Muhammad Hatta juga memulai perjuangannya sejak berstatus mahasiswa.

Tak bisa dipungkiri, institusi pendidikan punya peran penting dalam menyumbang penyampai suara-suara rakyat. Paulo Fiere dalam buku Sekolah Kapitalisme yang Licik menyinggung mengenai institusi pendidikan menyumbang dua jenis kaum intelektual: intelektual organik dan intelektual akademik.

Kaum intelektual organik yang dimaksud Paul yang punya peran penting dalam menyampaikan suara rakyat. Sebab, mereka tidak sekadar belajar teoritis seperti intelektual akademik namum mereka punya kedekatan langsung dengan masyarakat dan mengetahui penderitaan rakyat.

Sayangnya, insting mahasiswa dalam meyampaikan suara masyarakat kian tergerus. Dan salah satu penyebabnya tidak terlepas dari sistem pendidikan itu sendiri saat ini. Mahasiswa dituntut untuk tamat dalam beberapa tahun saja—saat ini maksimal 7 tahun. Ini menyebabkan mahasiswa tidak lagi bergairah untuk mengikuti organisasi. Padahal, dalam organisasi lah, mahasiswa diberikan pemahaman dan turun langsung untuk mencari akar kemelaratan masyarakat.

Orientasi mahasiswa saat ini berpatok pada kuliah, indek prestasi kumulatif yang tinggi, agar cepat wisuda. Walhasil, suara-suara rakyat pun terabaikan oleh pendidikan mereka. Mahasiswa memang manyadari perannya di masyarakat sesuai dengan tridarma perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Namun, secara tegas saya katakan pengabdian masyarakat dari mahasiswa sekadar formalitas untuk memenuhi nilai. Ya, memang pengabdian masyarakat bukan wadah untuk mendengarkan suara mereka.

Tidak hanya itu. demonstrasi kerap dijadikan wadah mahasiswa dalam meyampaikan aspirasinya kepada penguasa. Inilah yang akhirnya menjadi pagar. Mahasiswa saat ini sudah tidak semilitan terdahulu kita (mahasiswa—red). Kita tidak lagi kebal pada ancaman ‘diteror’, ‘diracun’, ‘diracun’, atau sekadar di-drop out karena menyampaikan kebenaran. Dan kita akan tetap terkurung dalam dunia perguruan tinggi jika tak berani besuara kawan.

Isu yang dibawakan oleh mahasiswa juga tak jarang yang berpotensi menjadi tunggangan partai politik. Bukannya menyampaikan aspirasi masyarakt malah demonstrasi mahasiswa menguntungkan oposisi. Sudah cukuplah berdemonstrasi karena ada partai politik di belakangmu. Sudah cukuplah berkoar ikut-ikutan karena uang Rp50.000 ataupun nasi bungkus.

Masih banyak suara rakyat yang harus kita analisis dan sampaikan pada penguasa. Perampasan lahan misalnya, pelanggaran hak asasi manusia yang tidak kunjung usai penangananya, ataupun masyarakat yang dibodoh-bodohi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Sebagai penyambung lidah masyarakat harusnya kita mahasiswa lebih kritis. Analisis mendalam harus dilakukan untuk mendapat solusi atas masalah rakyat. Ingat! Itu bukan hanya tugas legistlatif dan eksekutif, mahasiswa juga punya peran penting.

Jangan turun ke jalan jika kalian tidak punya analisis tentang klaim membawa suara rakyat! Contoh pendahulu kita. Salah satunya, Tan Malaka. Ia memberikan analisis mendalam mengenai permasalahan negaranya. Lalu memberikan rancanagan program proletar di Indonesia. Meski hingga ajal menjemput, programnya tidak diterapkan. Setidaknya dia punya analisi mendalam. Ketimbang saat ini, mahasiswa turun ke jalan, minta presiden di turunkan. Tapi, ketika ditanya apakah ada solusi, jawabannya, “Kita pikirkan itu nantu”.

Ya, kita harus sadar wan-kawan, sebagai mahasiswa, harusnya kita lebih dekat pada rakyat, dengarkan suara mereka. Bukan tugas kita untuk mengabulkan suara-suara mereka namun tugas kita untuk menyampaikannya pada penguasa bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak bisa sekadar mengharapka partai politik sebagai wadah aspirasi masyarakat.

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti

Tags: #kebenaran#suaramahasiswa#suararakyat
Previous Post

Suara Mahasiswa Suara Rakyat

Next Post

SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

Related Posts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

by REDAKSI TEROPONG
5 April 2026
0

Perang Iran kembali menegaskan bahwa pasar minyak dunia masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian geopolitik. Konflik ini tidak hanya berdampak pada...

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

by REDAKSI TEROPONG
4 April 2026
0

Ruang digital Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jutaan anak mengakses internet tanpa batas dan minim pengawasan. Data Kementerian Kesehatan mencatat,...

Next Post
SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

UKM PPD Lulus 100%, FK UMSU Adakan Yudisium

UKM PPD Lulus 100%, FK UMSU Adakan Yudisium

3 years ago
9 Universitas Tertua di Dunia

9 Universitas Tertua di Dunia

4 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • FISIP UMSU Juara Futsal Fest 2026 Piala Gubsu 13 May 2026
    • Mahasiswa UMSU Ikuti KKN Internasional di Malaysia 13 May 2026
    • Talkshow Ketum HMJ Komunikasi Soroti Peran Organisasi Kampus 13 May 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In