Ketertarikan terhadap anime dan budaya Jepang mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membentuk komunitas sebagai ruang berbagi minat dan memperluas relasi di lingkungan kampus, Kamis (11/06/2026).
Pendiri komunitas, Mahasiswa Semester VI Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) UMSU, Kevin Ageng Prayogo mengatakan komunitas tersebut awalnya terbentuk dari sejumlah mahasiswa yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap anime.
“Awalnya dari teman yang saya kenal saja masuk ke grup, tetapi lama-kelamaan mereka ikut mengundang temannya hingga komunitas ini terus berkembang,” ujarnya.
Kevin mengaku sempat menghadapi berbagai komentar negatif setelah salah satu konten komunitas tersebut viral di media sosial. Menurutnya, situasi tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan anggota komunitas.
“Sebenarnya awalnya khawatir karena dihujat dan dikatai yang aneh-aneh, seperti di komentar video TikTok yang FYP beberapa hari lalu,” katanya.
Selain menghadapi respons warganet, Kevin menilai tantangan lain dalam mengelola komunitas adalah menjaga hubungan antaranggota agar tetap kondusif dan tidak menimbulkan persoalan yang dapat berdampak pada nama baik kampus.
“Tantangan utamanya adalah mengantisipasi masalah yang dibuat oleh anggota grup komunitas. Sebisa mungkin jangan sampai ada keributan karena takut nama kampus UMSU jadi tercoreng,” jelasnya.
Ke depan, Kevin berharap komunitas yang dibangunnya dapat berkembang menjadi forum diskusi yang tidak hanya membahas anime, tetapi juga berbagai aspek budaya Jepang lainnya, termasuk bahasa.
“Harapannya, komunitas ini bisa berkembang menjadi forum yang memfasilitasi segala hal yang berhubungan dengan Jepang, termasuk mempelajari bahasanya,” Harapnya.
Tr: Aidil




















