Ada hal-hal yang tumbuh tanpa pernah diminta untuk menetap. Seperti perasaan yang diam-diam dirawat, meski tak pernah tahu apakah ia akan menemukan tempat untuk pulang.
Kita sering kali terlalu sibuk menerka isi kepala seseorang, sampai lupa mendengarkan suara hati sendiri. Menunggu pesan yang tak kunjung datang, mengartikan perhatian sebagai kepastian, dan menyimpan harapan pada sesuatu yang bahkan belum pernah dijanjikan.
Lucunya, manusia bisa begitu dekat dalam pikiran, tetapi begitu jauh dalam kenyataan.
Barangkali, tidak semua yang kita inginkan harus menjadi milik. Ada pertemuan yang hanya mengajarkan rasa, ada kehilangan yang mengajarkan batas, dan ada penantian yang akhirnya membuat kita mengerti bahwa diri sendiri juga layak diperjuangkan.
Sebab pada akhirnya, yang paling melelahkan bukanlah kehilangan seseorang, melainkan kehilangan diri sendiri karena terlalu lama berharap untuk ditemukan.
Tidak semua yang dirindukan harus kembali. Tidak semua yang dicintai harus dimiliki.




















