Melalui Seminar Kewirausahaan 2026, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Bisnis Syariah (MBS) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menghadirkan pengusaha Kopi Gayo guna mendorong mahasiswa menjadi pencipta lapangan kerja, Kamis (18/06/2026).
Kehadiran Owner Tooke Coffee Premium Gayo, Paisal, S.E., dalam kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dari pelaku usaha yang telah mengembangkan bisnis kopi berbasis produk lokal.
Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rahmayati, M.EI., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar mampu membangun kemandirian dan mengembangkan potensi yang dimiliki setelah menyelesaikan pendidikan.
“Alasannya yang pasti ini sebagai mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah perlu ya untuk belajar di luar kelas menambah pengalaman dan wawasan pengalaman dari para pelaku usaha karena Manajemen Bisnis Syariah ini bukan untuk menghasilkan lulusan yang sebagai pekerja tetapi menghasilkan dunia kerja seperti entrepreneur atau pengusaha-pengusaha yang berbasis ekosistem syariah,” jelasnya.
Rahmayati menilai kegiatan serupa perlu terus dilakukan agar mahasiswa memperoleh lebih banyak pengalaman dan wawasan dari berbagai sektor usaha yang berkembang di masyarakat.
“Iya, jadi harus sering dilakukan. Nanti kita bisa berkolaborasi HMJ maupun Prodi, berkolaborasi dengan pelaku usaha di bidang lainnya. Hari ini bidang makanan, minuman, di kafe, kopi ya. Basisnya nanti kedepannya kita desain misalnya yang retail lainnya pakaian ataupun distributor lainnya yang segmentasinya lebih besar lagi,” jelasnya.
Sementara itu, Owner Tooke Coffee Premium Gayo, Paisal, S.E., menjelaskan bahwa keunikan produknya terletak pada konsistensi rasa dan kualitas biji kopi Arabica specialty yang berasal dari Tanah Gayo.
“Keunikan produk kita, Kopi Gayo ini. Tooke Kopi ini, kita konsisten dengan rasa biji Arabica-nya, Arabica specialty-nya yang kita bawa dari Tanah Gayo. Kebetulan itu kampung saya sendiri. Rasa, kualitasnya, alhamdulillah, mudah-mudahan bisa dinikmati sama masyarakat Kota Medan atau Indonesia,” ujarnya.
Menurut Paisal, konsistensi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan mempertahankan kepercayaan konsumen.
“Kita tetap konsisten dengan rasa kita, kita tetap menjaga bisnis kita ini supaya selalu dinikmati orang Sumatera Utara atau orang Indonesia yang berkunjung ke cafe kita. Penting kita konsisten dengan rasa Arabika kita itu,” tambahnya.





















