Niesya Ridhania Harahap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan digital agar tidak mudah terpengaruh oleh modus penipuan yang memanfaatkan rasa panik, tergesa-gesa, hingga otoritas palsu di media sosial. Sabtu (13/06/2026).
Psikolog sosial sekaligus Influencer dan Miss Petite Global Asia, Niesya Ridhania Harahap, menekankan pentingnya kecerdasan digital dalam kegiatan Kumpul Komunitas Waspada Kejahatan Digital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia di Medan.
“Cerdas itu bukan hanya kita jago pakai aplikasinya. Nah, ini tuh bagaimana cerdas itu bukan hanya jago tapi kita harus kritis, aman dan juga kita bisa menggunakan media sosial kita untuk memberikan dampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber saat ini tidak hanya membobol sistem teknologi, melainkan juga memanipulasi psikologis korban melalui taktik ketergesaan atau urgency.
“Kenapa orang bisa gampang tertipu? Ternyata ada beberapa aspek yang membuat individu atau kita-kita ini bisa gampang tertipu. Yang pertama itu ada urgency. Biasanya di tekstil penipuan online itu pasti meminta sesuatu yang cepat. Klik link ini, kalian mendapat undian berhadiah 100 juta. Klik sekarang, waktunya terbatas. Jadi, kita dipaksa untuk menentukan keputusan secara cepat,” paparnya.
Ia juga menegaskan para pelaku kejahatan digital kerap memanfaatkan otoritas palsu dengan mencatut logo-logo institusi resmi maupun akun palsu untuk mengelabui masyarakat.
“Jadi, sebenarnya penipu ini dia tidak hanya membobol teknologi ya, tapi penipu ini membobol psikologis kita juga. Nah, yang kedua itu terkait authority. Nah, biasanya penipuan-penipuan itu mengembel-embelkan itu, mereka itu dari situs yang resmi. Mau pakai logo, misalnya logo bank atau bahkan logo institusi-institusi besar,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menerapkan prinsip THINK (True, Helpful, Inspiring, Necessary, Kind) sebelum menyebarkan informasi.
“Ingat aja sebelum post sini atau share, kalian think. Saya merasa dengan adanya media sosial, sekarang atensi seseorang itu sudah sangat terbatas. Kita harus melatih kesabaran kita dan ketahanan mental kita. Hanya tidak cepat mengadiki simpulan,” pungkasnya.
Tr: Aidil




















