Keresahan terhadap tingginya risiko bencana di Indonesia mendorong Tim SINAU Guardian menghadirkan inovasi mitigasi hingga berhasil lolos ke Top 50 Innovillage 2025.
Tim ini mengusung inovasi bertajuk SINAWISE (Sinabung Smart Volcanic Early Warning & Hybrid AIoT Evacuation Guidance System) yang terintegrasi dengan sensor VULsense untuk memberikan peringatan dini dan panduan evakuasi.
Dosen pendamping, Dr. Emni Purwoningsih, S.Pd., M.Kes., mengatakan keikutsertaan tim berawal dari keresahan terhadap kondisi geografis Indonesia yang berada di kawasan Ring of Fire dan rentan terhadap bencana.
“Berawal dari keresahan sederhana, tim ini hadir dengan semangat untuk ikut berkontribusi meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat desa. Dari situlah ide SINAU Guardian lahir,” ujarnya, Jumat (10/04/2026).
Ia menegaskan, inovasi yang diusung tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Bukan sekadar alat, tetapi bagaimana masyarakat bisa lebih siap, paham, dan mandiri dalam menghadapi risiko bencana,” jelasnya.
Sementara itu, perwakilan tim, Fahmi Fadhilah Purba, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap inovasi yang telah dikembangkan.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga. Ini bukan hanya sebatas ide, tetapi inovasi yang sudah kami implementasikan di masyarakat,” ucapnya.
Fahmi menjelaskan inovasi tersebut telah diterapkan di Desa Gung Pinto, kawasan rawan erupsi Gunung Sinabung.
“Prosesnya dimulai dari observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat, hingga pengembangan sistem. Kami juga melakukan uji coba langsung dan pelatihan kepada masyarakat,” katanya.
Terakhir, Ia menilai penerapan langsung di masyarakat menjadi pengalaman paling berkesan bagi tim.
“Ketika masyarakat mulai memahami cara menghadapi kondisi darurat dengan lebih siap, itu menjadi pengalaman yang sangat berharga,” paparnya.
Tr: Rifky





















