Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Ridho Irawan, S.E., M.Si., menyoroti dampak kebijakan ekspor sumber daya alam (SDA) satu pintu melalui BUMN terhadap perekonomian daerah, Selasa (26/05/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat meningkatkan kontrol negara terhadap komoditas strategis sekaligus mengurangi praktik ekspor yang tidak efisien.
“Dengan mekanisme terpusat, pemerintah dapat lebih mudah mengendalikan harga, volume ekspor, dan penerimaan negara,” ujarnya.
Ridho menjelaskan keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada tata kelola BUMN yang ditunjuk sebagai pengelola ekspor. Ia menilai transparansi dan profesionalisme menjadi faktor penting agar kebijakan berjalan efektif.
“Jika pengelolaannya transparan, profesional, dan akuntabel, kebijakan ini bisa memberi dampak positif. Namun, jika birokrasi tidak efisien dan aturan tidak konsisten, hal itu justru dapat menghambat aktivitas perdagangan dan menurunkan daya saing komoditas Indonesia,” jelasnya.
Dari perspektif ekonomi regional, ia menilai ketergantungan ekspor pada satu BUMN juga memiliki risiko jangka panjang, terutama jika terjadi kendala birokrasi maupun operasional.
“Jika terjadi birokrasi dan operasional yang tidak efisien atau kebijakan yang tidak konsisten, maka seluruh rantai ekspor dapat terdampak,” katanya.
Selain itu, Ridho menilai sentralisasi yang berlebihan berpotensi mengurangi fleksibilitas daerah dalam membangun jaringan perdagangan internasional dan inovasi bisnis secara mandiri.
“Dalam jangka panjang, daerah bisa kehilangan kemampuan untuk membangun kapasitas ekonomi dan daya saingnya sendiri,” tambahnya.
Ia juga mendorong pemerintah pusat menyiapkan kebijakan pendamping agar daerah penghasil SDA tetap memperoleh manfaat ekonomi secara nyata dari kebijakan ekspor satu pintu tersebut.
“Penguatan skema bagi hasil daerah, percepatan hilirisasi, alokasi dana pembangunan khusus, transparansi data ekspor, serta pengembangan UMKM dan industri lokal perlu dilakukan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat daerah,” pungkasnya.
Tr: Dwy





















