Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof. Dr. Agussani, M.AP, menyinggung peluang beasiswa bagi masyarakat sekitar kampus saat kegiatan penyaluran hewan kurban dan silaturahmi bersama warga di lingkungan UMSU, Rabu (27/05/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Agussani, M.AP mengatakan kegiatan kurban tidak hanya menjadi agenda tahunan Iduladha, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat sekitar. Ia menyebut UMSU terbuka untuk mendukung generasi muda berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur beasiswa.
“Kalau ada putra-putri terbaik yang ingin mendapatkan beasiswa, tentu nanti ada mekanismenya dan akan kita atur bagaimana bentuk dukungannya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mendukung perkembangan UMSU sejak awal berdiri di kawasan tersebut.
“Kami atas nama keluarga besar UMSU menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat sekitar yang terus mendukung keberadaan UMSU sejak awal berdiri di kawasan ini. Kami tahu betul bagaimana perjalanan UMSU dari masa ke masa, mulai dari kondisi lingkungan yang masih sederhana hingga sekarang berkembang menjadi kawasan pendidikan. Semua itu tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada UMSU,” katanya.
Agussani menjelaskan UMSU kini terus berkembang melalui berbagai program pendidikan dan pengembangan fakultas. Saat ini, UMSU memiliki sembilan fakultas dengan sejumlah program studi yang menyesuaikan kebutuhan zaman, seperti bisnis digital dan perpajakan.
“UMSU saat ini telah memiliki beberapa kampus dan sembilan fakultas dengan berbagai program studi yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. Kami juga membuka program-program baru seperti bisnis digital dan perpajakan. Ini menunjukkan bahwa UMSU terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu melahirkan generasi terbaik dan tidak kalah bersaing di Sumatera Utara maupun tingkat nasional,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap hubungan baik antara kampus dan masyarakat terus terjaga, termasuk dalam menjaga ketertiban lingkungan sekitar kampus dan membangun komunikasi yang baik apabila muncul persoalan.
“Kami berharap hubungan baik antara kampus dan masyarakat tetap terjaga. Jika ada persoalan atau hal-hal yang kurang berkenan, kami berharap dapat disampaikan kepada pihak universitas agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ucapnya.
Menurutnya, semangat Iduladha harus dimaknai lebih luas sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan antara kampus dengan masyarakat.
“Momentum Iduladha ini menjadi bagian dari upaya kami untuk terus berbagi dan peduli kepada masyarakat. Semangat kurban bukan hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat gotong royong,” tutupnya.
Tr: Dimas ambri





















