Ki Empat mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berhasil lulus dalam Program Kampus Berdampak di Badan Pengawasan Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Senin (23/02/2026).
Mahasiswa yang dinyatakan lulus dalam program tersebut adalah Alhabi Wannawa, Karina Zakaria, M. Ridho Abdillah Sitompul, dan Tri Okiandri.
Salah satu mahasiswa yang lolos program tersebut, Muhammad Ridho Abdillah Sitompul, menyampaikan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari persiapan yang matang sejak awal proses pendaftaran.
“Saya mulai dengan memahami secara menyeluruh posisi dan peran yang saya lamar. Saya mempelajari apa itu BPOM, bagaimana perannya dalam pengawasan pangan, serta mengapa pendampingan UMKM sangat penting dalam menjamin keamanan pangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa latar belakang keilmuannya di Teknologi Hasil Pertanian menjadi motivasi utama untuk mengikuti program magang di BPOM RI.
“Melalui program magang ini, kami akan berperan sebagai fasilitator keamanan pangan yang mendampingi pelaku UMKM dalam proses produksi dan pengembangan usaha. Ini menjadi kesempatan besar untuk mengaplikasikan ilmu yang telah kami pelajari,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya penerapan sanitasi, higiene, Good Manufacturing Practices (GMP), serta sistem pengendalian mutu dalam produksi pangan.
“Saya memastikan rancangan program yang saya susun tidak terlalu rumit, tetapi tetap aplikatif dan mudah dipahami oleh pelaku UMKM,” jelasnya.
Ia menambahkan, perencanaan program dilakukan secara sistematis dan realistis. Perencanaan tersebut dimulai dari tahap identifikasi permasalahan di UMKM, analisis risiko keamanan pangan, penyusunan solusi yang tepat, hingga evaluasi untuk memastikan program berjalan efektif.
Tr: Anggi Nayla




















