• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

12 January 2026
PKKMB FAI UMSU Bahas Kurikulum OBE, Program Internasional, hingga Ormawa

PKKMB FAI UMSU Bahas Kurikulum OBE, Program Internasional, hingga Ormawa

29 September 2026
PKKMB FIKTI UMSU Jadi Langkah Awal Maba Kenali Dunia Kuliah

PKKMB FIKTI UMSU Jadi Langkah Awal Maba Kenali Dunia Kuliah

29 September 2026
PKKMB FEB UMSU Kenalkan Lingkungan Akademik kepada Mahasiswa Baru

PKKMB FEB UMSU Kenalkan Lingkungan Akademik kepada Mahasiswa Baru

29 September 2026
FKIK UMSU Sambut 215 Mahasiswa Baru, Tekankan Motivasi dan Disiplin

FKIK UMSU Sambut 215 Mahasiswa Baru, Tekankan Motivasi dan Disiplin

29 September 2026
PKKMB FKIP UMSU, Dekan Tekankan Niat dan Keaktifan Mahasiswa

PKKMB FKIP UMSU, Dekan Tekankan Niat dan Keaktifan Mahasiswa

29 September 2026
PKKMB FAHUM UMSU 2026, Dekanat Tekankan Sistem Kuliah dan Motivasi

PKKMB FAHUM UMSU 2026, Dekanat Tekankan Sistem Kuliah dan Motivasi

28 September 2026
FAPERTA UMSU Tekankan Strategi Kuliah dan Lulus Tepat Waktu

FAPERTA UMSU Tekankan Strategi Kuliah dan Lulus Tepat Waktu

29 September 2026
Dekan Fakultas Teknik UMSU Tekankan Pentingnya Penguasaan Matematika dan Fisika bagi Mahasiswa

Dekan Fakultas Teknik UMSU Tekankan Pentingnya Penguasaan Matematika dan Fisika bagi Mahasiswa

28 September 2026
PKKMB FISIP UMSU Jadi Awal Mahasiswa Baru Mengenal Lingkungan Kampus dan Organisasi

PKKMB FISIP UMSU Jadi Awal Mahasiswa Baru Mengenal Lingkungan Kampus dan Organisasi

28 September 2026
Sambut Mahasiswa Baru, Dekan FISIP UMSU Tekankan Pentingnya Kuliah Tepat Waktu

Sambut Mahasiswa Baru, Dekan FISIP UMSU Tekankan Pentingnya Kuliah Tepat Waktu

28 September 2026
Kapolri: Sudah Benar Memilih UMSU, Lingkungannya Telah Teruji

Kapolri: Sudah Benar Memilih UMSU, Lingkungannya Telah Teruji

28 September 2026
Ijazah Saja Tak Cukup, Gubernur Sumut Minta Mahasiswa Dokumentasikan Masa Kuliah

Ijazah Saja Tak Cukup, Gubernur Sumut Minta Mahasiswa Dokumentasikan Masa Kuliah

28 September 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Tuesday, 29 September 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial
0
SHARES
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan, melainkan proses yang disengaja dan sistematis. Praktik ini bekerja secara perlahan melalui relasi emosional yang tampak wajar, hingga batas antara perhatian dan manipulasi menjadi kabur. Justru karena tampil “normal” dan tidak langsung menunjukkan kekerasan, praktik child grooming kerap luput dari kewaspadaan sosial.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah anggapan bahwa child grooming baru dianggap bermasalah ketika kekerasan seksual telah tampak secara fisik. Cara pandang ini membuat masyarakat terlambat bereaksi. Fokus yang berlebihan pada akibat, alih-alih pada proses, membuka ruang bagi grooming berlangsung dalam waktu lama tanpa intervensi. Kejahatan ini tumbuh bukan karena tidak ada tanda, melainkan karena tanda-tandanya gagal dikenali sebagai ancaman.

RelatedPosts

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Pada dasarnya, child grooming merupakan proses ketika orang dewasa membangun kedekatan emosional dengan anak untuk tujuan manipulasi dan eksploitasi. Istilah *child* merujuk pada individu yang belum mencapai usia dewasa, termasuk remaja yang secara psikologis belum memiliki kematangan emosional serta kemampuan memahami relasi kuasa secara utuh. Meski secara fisik tampak “sudah besar”, anak dan remaja tetap berada dalam posisi rentan dan mudah dipengaruhi.

Dalam praktiknya, grooming sering kali dimulai dari hal-hal yang terlihat wajar, bahkan positif, seperti perhatian, empati, dan kehadiran yang konsisten. Pelaku memosisikan diri sebagai sosok yang paling memahami korban dengan memberikan pujian, hadiah, atau dukungan emosional. Perlahan, batas relasi dikaburkan hingga komunikasi menjadi intens, tertutup, dan eksklusif. Pada tahap ini, ketergantungan emosional mulai terbentuk meskipun belum terjadi kekerasan fisik secara langsung.

Child grooming semakin sulit dikenali karena tidak hanya berlangsung di ruang privat, tetapi juga di ruang yang dianggap aman. Perkembangan teknologi digital memperluas praktik grooming melalui media sosial, gim daring, dan berbagai ruang komunikasi virtual lainnya. Kedekatan emosional dapat terbangun tanpa tatap muka, sementara anak sering kali tidak memiliki kesadaran bahwa relasi tersebut bersifat tidak setara dan manipulatif.

Namun, membatasi child grooming hanya pada dunia maya merupakan kekeliruan. Praktik serupa juga terjadi di dunia nyata, seperti di lingkungan pendidikan, komunitas, bahkan keluarga. Dalam banyak kasus, pelaku justru dilindungi oleh status sosial, kedekatan personal, atau kepercayaan publik, sehingga perilakunya jarang dipertanyakan dan korban semakin sulit memperoleh perlindungan.

Data Komnas Perempuan dalam Catatan Tahunan (CATAHU) 2024 mencatat peningkatan sebesar 9,77 persen kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, dengan total mencapai 445.502 kasus. Kekerasan Berbasis Gender Online, termasuk child grooming, menjadi salah satu bentuk kekerasan yang paling sulit dibendung. Data ini menunjukkan bahwa grooming bukanlah kasus insidental, melainkan pola yang terus berulang di tengah lemahnya kesadaran dan pencegahan struktural.

Bahaya child grooming tidak berhenti pada tindakan pelecehan seksual, tetapi juga berdampak jangka panjang pada kondisi psikologis korban, seperti hilangnya rasa aman dan kesulitan membangun relasi yang sehat di masa depan. Ironisnya, ketika kasus terungkap, masyarakat kerap terjebak dalam logika menyalahkan korban, seolah mengabaikan fakta bahwa grooming bekerja melalui manipulasi dan ketimpangan relasi kuasa. Oleh karena itu, child grooming seharusnya dipahami sebagai kegagalan sosial dalam menjaga batas dan melindungi anak, bukan semata-mata sebagai kejahatan individual.

 

Tr: Intan Nur’aini

Sumber Foto: Green by press-Gazate

Tags: #Opini #ChildGrooming #Sosial #Medan #Teropongdaily
Previous Post

LPM Teropong UMSU Gelar Pelatihan Kepemimpinan untuk Regenerasi Pers Mahasiswa

Next Post

UMSU Gelar UAS Tahun Ajaran 2025/2026

Related Posts

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

by REDAKSI TEROPONG
23 September 2026
0

Kebiasaan scroll membuat mahasiswa terbiasa menerima informasi dalam bentuk yang singkat dan cepat. Video berdurasi pendek, rangkuman, serta konten dengan...

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

by REDAKSI TEROPONG
11 September 2026
0

Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika agama kemudian dikaitkan dengan sosok seorang pemimpin politik, pembahasannya tidak hanya...

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

by REDAKSI TEROPONG
5 September 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa yang menjadi korban bukan hanya manusia. Di balik kepulan asap dan...

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

by REDAKSI TEROPONG
7 July 2026
0

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, bonus demografi, kekayaan sumber daya...

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Next Post
Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

UMSU Gelar UAS Tahun Ajaran 2025/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

UKM Basket UMSU Lolos ke Semifinal Divisi 2 Liga Mahasiswa 2024

UKM Basket UMSU Lolos ke Semifinal Divisi 2 Liga Mahasiswa 2024

2 years ago
Kembali Bangkit

Ketika Batik Menjadi Sejarah

3 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • PKKMB FAI UMSU Bahas Kurikulum OBE, Program Internasional, hingga Ormawa 29 September 2026
    • PKKMB FIKTI UMSU Jadi Langkah Awal Maba Kenali Dunia Kuliah 29 September 2026
    • PKKMB FEB UMSU Kenalkan Lingkungan Akademik kepada Mahasiswa Baru 29 September 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In