Teropongdaily, Medan-Dalam perjalanan kuliah, pilihan antara lulus tepat waktu atau memperpanjang masa studi untuk menambah pengalaman kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa.
Lulus tepat waktu sering dianggap sebagai pencapaian ideal. Selain menunjukkan kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap target akademik, lulusan yang tepat waktu juga memiliki peluang lebih cepat untuk masuk ke dunia kerja atau melanjutkan pendidikan. Dilansir dari Instagram Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, dari 252 peserta yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik tahun 2024, sebanyak 182 peserta lulus tepat waktu. Secara persentase, sekitar 72,22% mahasiswa berhasil menyelesaikan studi sesuai jadwal.
Namun di sisi lain, tidak sedikit mahasiswa yang memilih untuk memperpanjang masa studi demi menambah skill melalui aktif di organisasi, mengikuti pelatihan, hingga menjalani program magang. Meski waktu tempuh kuliah menjadi lebih panjang, mereka justru lulus dengan bekal pengalaman yang sangat dibutuhkan di dunia kerja, seperti soft skill, kemampuan managerial, hingga jaringan yang luas.
Keduanya tentu memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Lulus tepat waktu bukan berarti minim pengalaman, dan lulus lebih lama bukan berarti gagal. Yang terpenting adalah bagaimana mahasiswa memanfaatkan waktunya di kampus secara maksimal, sesuai dengan tujuan pribadi dan profesional masing-masing.
Alih-alih memperdebatkan mana yang lebih baik, mungkin sudah saatnya kita berhenti mengukur keberhasilan mahasiswa hanya dari lama studi. Sebab, keberhasilan sejati terletak pada bagaimana seseorang tumbuh, belajar, dan siap menghadapi dunia setelah wisuda.
Tr: Anggun Nihma Aulia





















