Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr. Marah Doly Nasution, S.Pd., M.Si., menyoroti empat tantangan sektor pertanian dalam Yudisium Fakultas Pertanian UMSU Periode II Tahun 2026, Kamis (22/10/2026).
Marah Doly menyebut tantangan tersebut meliputi regenerasi petani dan stigma sosial, kesenjangan teori dan praktik, dinamika ekonomi dan rantai pasok, serta bencana hidrometeorologi.
“Kepada seluruh mahasiswa, jika kita melihat kondisi saat ini, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, khususnya dalam bidang pertanian,” ujar Marah Doly.
Ia menilai regenerasi petani perlu diperkuat dengan mengatasi stigma sosial terhadap profesi tersebut. Potensi alumni Fakultas Pertanian juga perlu dipetakan agar dapat berkontribusi sebagai praktisi maupun menempati posisi strategis di sektor pertanian.
Untuk menjembatani teori dan praktik, ia mendorong pembaruan kurikulum pada bidang Agroteknologi dan Agribisnis agar lulusan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
“Kami berharap ke depannya ada pembaruan dalam proses internalisasi kurikulum, khususnya dalam mengintegrasikan teori dan praktik di bidang agroteknologi maupun agribisnis,” katanya.
Marah Doly turut menyoroti perubahan ekonomi dan rantai pasok serta bencana hidrometeorologi yang memengaruhi sektor pertanian.
“Dinamika sektor pertanian saat ini menuntut kita untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan ekonomi dan rantai pasok. Kita juga menyaksikan berbagai bencana hidrometeorologi yang dampaknya sangat besar. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian dan perlu mendapat perhatian bersama,” pesannya.
Ia juga menyinggung dampak lingkungan dari penggunaan kecerdasan buatan artificial intelligence, terutama kebutuhan air dan energi untuk mengoperasikan pusat data.
Menghadapi berbagai tantangan tersebut, ia mendorong lulusan Fakultas Pertanian untuk meningkatkan kompetensi sesuai bidang keilmuan, kemampuan berbahasa, dan penguasaan teknologi.
“Kami berharap kemampuan sesuai bidang keilmuan masing-masing terus diasah. Kemampuan berbahasa dan penguasaan teknologi juga harus terus dikembangkan,” tutupnya.
TR: Rifky





















