Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dra. Hj. Syamsuyurnita, M.Pd., mengingatkan lulusan agar menjadi guru profesional, menjaga nama baik almamater, dan terus meningkatkan kompetensi pada yudisium, Rabu (21/10/2026).
Syamsuyurnita menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal bagi lulusan untuk menjalankan tanggung jawab yang lebih besar.
“Berbanggalah atas capaian saudara, tetapi tetaplah berhati-hati. Bersyukurlah atas keberhasilan ini, tetapi jangan pernah berhenti belajar,” ujar Syamsuyurnita.
Ia mengingatkan lulusan FKIP agar mengamalkan ilmu yang diperoleh selama kuliah dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Jadilah guru yang profesional, cerdas, dan beradab. Gelar S.Pd. mengandung amanah. Masyarakat menunggu saudara dengan hati, bukan dengan teori,” jelasnya.
Selain profesionalisme, ia menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater dan menunjukkan karakter lulusan Muhammadiyah yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Di mana pun saudara mengabdi, jadilah marwah UMSU, FKIP, serta program studi. Tunjukkan karakter lulusan Muhammadiyah yang beradab dan berakhlak karimah,” ungkapnya.
Syamsuyurnita juga mengajak para lulusan melanjutkan pendidikan dan terus meningkatkan kompetensi, termasuk melalui program profesi guru maupun pendidikan magister.
“Yudisium bukanlah garis finis, pendidikan terus berkembang. Terus tingkatkan kompetensi diri. Guru yang hebat adalah guru yang belajar sepanjang hayat,” pungkasnya.
Tr: Riska




















