Dewan Ekonomi Nasional menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkaitan dengan peningkatan semangat belajar dan kehadiran siswa di sekolah berdasarkan hasil kajian yang disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto, Selasa (20/10/2026).
Dilansir dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Anggota Dewan Ekonomi Nasional, Mochammad Firman Hidayat, memaparkan hasil kajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam konferensi pers usai rapat terbatas ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta.
“Jadi kalau kita lihat absensi siswa, penerima MBG itu jarang absen dibandingkan dengan non-penerima MBG. Bahkan sebenarnya gap-nya cukup besar, terutama di desil 1 yang paling miskin,,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kajian tersebut juga menemukan peningkatan semangat belajar pada siswa penerima MBG. Namun, kualitas menu menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan semangat belajar anak di sekolah.
“Ketika kualitas menunya sangat baik, 95 persen siswa penerima MBG mengatakan mereka semangat belajarnya lebih tinggi,” tuturnya.
Selain kualitas makanan, DEN menyoroti distribusi penerima MBG yang masih lebih terkonsentrasi di perkotaan dibandingkan pedesaan. Pemerataan program dinilai perlu diperhatikan agar manfaatnya dapat menjangkau siswa dari keluarga kurang mampu dan wilayah yang membutuhkan.
“Artinya perlu ada prioritas yang lebih baik, terutama untuk daerah 3T, daerah pedesaan dan masyarakat miskin,” katanya.
Firman menambahkan bahwa hasil kajian tersebut menjadi bahan rekomendasi kepada Presiden untuk meningkatkan pelaksanaan program, terutama dalam memastikan kualitas makanan dan ketepatan sasaran penerima.
“Karena sekali lagi tadi studi kita menunjukkan bagaimana program ini sebenarnya mampu menurunkan absensi siswa ke sekolah dan meningkatkan semangat belajar dan mengurangi rasa lapar mereka di sekolah,” pungkasnya.
Tr: Zhafira





















