Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., memaparkan capaian dan pengembangan universitas dalam Sidang Terbuka Senat Wisuda Periode II Tahun 2026 di Medan, Rabu (28/10/2026).
Dalam sambutannya, Akrim menyampaikan perkembangan UMSU melalui penambahan kampus, pembangunan fasilitas pendidikan, serta peningkatan jumlah mahasiswa. Pada hari kedua pelaksanaan wisuda, sebanyak 905 wisudawan dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Hukum mengikuti prosesi kelulusan.
“Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada tahun 2026 ini telah memiliki lima kampus. Yang selama ini mungkin masih terkenal dengan tiga kampus, tapi sejak tahun 2026 ini kita sudah memiliki lima kampus,” ujar Akrim.
Ia kemudian memaparkan pembangunan kampus terpadu di Desa Saintis, Kabupaten Deli Serdang, yang disiapkan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-49 pada 2027.
“Luas tanahnya lebih kurang 25 hektare dan saat ini kita sedang membangun tiga gedung untuk persiapan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-49 tahun 2027 yang akan datang,” ungkapnya.
Selain itu, UMSU merencanakan renovasi gedung di kampus yang baru diakuisisi untuk mendukung pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan serta Fakultas Psikologi. Pengembangan fasilitas juga mencakup rumah sakit pendidikan untuk menunjang kebutuhan pembelajaran di bidang kesehatan.
“Insyaallah kalau Bapak-Ibu orang tua nanti lewat dari jalan ini, dari gedung ini pada tahun 2027 yang akan datang sudah akan kita mulai renovasi dan ini tentu akan menjadi kebanggaan kita sebagai alumni Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” ungkap Akrim.
Dalam kesempatan tersebut, Akrim turut menyampaikan bahwa UMSU menerima 6.027 mahasiswa baru pada 2026, sehingga jumlah keseluruhan mahasiswa mencapai 29.617 orang. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak dan kerja bersama sivitas akademika yang turut mendorong perkembangan universitas.
“Namun kita harus menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan. Tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang, kebutuhan masyarakat yang terus berubah, maka oleh sebab itu kita tidak boleh cepat berpuas diri,” tegasnya.
tr. raifi



















