Wakil Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta Wilayah IX Sumatera Utara menyebut jumlah sarjana Indonesia masih tertinggal dari negara tetangga dalam Wisuda Periode II Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Rabu (28/10/2026).
Wakil Koordinator Kopertais Wilayah IX Sumatera Utara, Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si., mengatakan persentase penduduk Indonesia yang bergelar sarjana masih tergolong rendah berdasarkan data kependudukan dan statistik resmi.
“Berdasarkan data kependudukan dan catatan resmi Dirjen Dukcapil dan Badan Pusat Statistik, bahwa sarjana baru sekitar 4,25% dari populasi penduduk Indonesia,” ujarnya.
Ia turut menyoroti perbandingan jumlah sarjana Indonesia dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
“Bahwa kita tertinggal jumlah sarjana dibandingkan negara tetangga kita, baik Malaysia, Thailand, apalagi Singapura,” katanya.
Kehadiran UMSU dinilai turut berperan dalam meningkatkan jumlah lulusan perguruan tinggi melalui penyelenggaraan pendidikan di berbagai jenjang. Saat ini, UMSU memiliki sekitar 29.000 mahasiswa.
“Tentunya kehadiran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang memiliki 29.000 mahasiswa adalah ikut memproses, mendidik, dan melahirkan sarjana, baik pada strata I, strata II, dan strata III,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan kepada para wisudawan yang akan melanjutkan perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan, baik untuk bekerja, melanjutkan studi, maupun membangun rumah tangga.
“Kepada para sarjana yang ingin bekerja, semoga lekas mendapat pekerjaan, dan yang ingin melanjutkan studi kepada jenjang berikutnya semoga murah rezeki. Dan bagi yang ingin menikah, kami doakan semoga lekas mendapat jodoh,” pungkasnya.
Tr: Zhafira



















