Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) periode 2026–2027 dilantik dengan fokus penguatan kader dan realisasi program kerja.
Ketua Umum PK IMM FKIK UMSU, M. Aqil Akbar Putra, menyampaikan bahwa tema pelantikan, ‘Menyatukan Gagasan, Mematangkan Perencanaan, Merealisasikan Program Kerja’, menjadi arah gerak kepengurusan selama satu periode. Menurutnya, organisasi perlu membangun pemikiran kolektif dan memastikan setiap perencanaan diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat.
“Organisasi tidak bisa hanya bergerak berdasarkan pemikiran satu atau dua orang, tetapi harus tumbuh dari kesadaran dan pemikiran kolektif. Kami tidak ingin organisasi hanya ramai dalam forum diskusi dan perencanaan, tetapi juga mampu menghadirkan kegiatan yang nyata dan bermanfaat,” ujar Aqil, Selasa (27/10/2026).
Dalam menjalankan kepengurusan, Aqil menjelaskan bahwa penguatan kualitas kader, pengembangan intelektualitas, penguatan ideologi, dan kepedulian sosial menjadi fokus utama. Dua bidang yang menjadi perhatian ialah Kajian Pengembangan Keilmuan (KPK) dan Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM), yang diharapkan dapat menyeimbangkan pengembangan akademik dan pengabdian masyarakat.
“Sebagai organisasi mahasiswa Islam yang bergerak di lingkungan fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan, kami ingin kader IMM memiliki keseimbangan antara kemampuan akademik, pemahaman keislaman, kesadaran sosial, dan keterampilan berorganisasi,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan menjaga konsistensi dan partisipasi kader di tengah padatnya aktivitas akademik mahasiswa kedokteran. Untuk mengatasinya, kepengurusan akan mengupayakan komunikasi terbuka, pembagian tanggung jawab secara proporsional, serta penyusunan jadwal kegiatan yang mempertimbangkan kalender akademik.
“Kader yang aktif tidak lahir hanya karena diperintah untuk aktif, tetapi karena memahami alasan mengapa ia harus bergerak dan merasakan bahwa keberadaannya memiliki arti bagi organisasi,” ungkapnya.
Untuk memastikan program kerja terlaksana, Aqil menekankan pentingnya penetapan target yang terukur, pembagian tanggung jawab, dan evaluasi berkala. Rapat Badan Pengurus Harian (BPH) juga akan menjadi ruang bagi pengurus untuk melaporkan perkembangan serta mengevaluasi pelaksanaan program kerja setiap bidang.
“Keberhasilan seorang Ketua Umum bukan diukur dari seberapa besar namanya dikenal selama menjabat, melainkan dari seberapa baik organisasi tetap tumbuh dan kader tetap bergerak dan aktif setelah masa jabatannya berakhir,” tutupnya.
tr: Raifi dan Hana



















