Wisudawati Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Siti Nurkhalizah, mengungkapkan kekecewaannya karena nama orang tua tidak disebut dalam prosesi wisuda, Selasa (27/10/2026).
Lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Nurkhaliza mengatakan bahwa orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilannya menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, wisuda bukan hanya menjadi pencapaian mahasiswa, tetapi juga hasil perjuangan orang tua yang telah memberikan dukungan selama masa perkuliahan.
“Saya merasa sedikit kecewa dan sedih karena orang tua merupakan orang yang paling berjasa dalam perjalanan pendidikan saya,” ujarnya.
Ia berharap penyebutan nama orang tua dapat menjadi bentuk penghargaan atas perjuangan mereka dalam mendukung pendidikan anak hingga meraih gelar sarjana.
“Wisuda bukan hanya tentang keberhasilan mahasiswa, tetapi juga tentang perjuangan orang tua yang selalu mendukung anaknya,” katanya.
Siti mengaku baru menyadari bahwa nama orang tua tidak disebut ketika prosesi wisuda berlangsung. Sebelumnya, ia berharap momen tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan kebanggaan tersendiri bagi orang tuanya.
“Dengan disebutnya nama orang tua, saya merasa perjuangan mereka juga dihargai dan menjadi bagian dari momen keberhasilan tersebut,” tuturnya.
Ia berharap pihak UMSU dapat mempertimbangkan penyebutan nama orang tua dalam pelaksanaan wisuda berikutnya agar momen kelulusan menjadi lebih berkesan bagi mahasiswa maupun keluarga.
“Semoga pihak UMSU bisa mempertimbangkan penyebutan nama orang tua dalam prosesi wisuda berikutnya,” pungkasnya.



















