• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

18 December 2025
FISIP UMSU Terima Kunjungan UUM, Perluas Wawasan Mahasiswa tentang Kerelawanan

FISIP UMSU Terima Kunjungan UUM, Perluas Wawasan Mahasiswa tentang Kerelawanan

13 October 2026
Ubai Dillah Al-Anshori Rekam Pergeseran Identitas Kota Sumatera Lewat 60 Puisi

Ubai Dillah Al-Anshori Rekam Pergeseran Identitas Kota Sumatera Lewat 60 Puisi

13 October 2026
Hampir 2.000 Pendaftar KIP Kuliah, UMSU Sediakan 350 Beasiswa Mandiri

Hampir 2.000 Pendaftar KIP Kuliah, UMSU Sediakan 350 Beasiswa Mandiri

13 October 2026
UKM Futsal UMSU Jalani Laga Perdana di Nusantara Futsal League 2026

UKM Futsal UMSU Jalani Laga Perdana di Nusantara Futsal League 2026

12 October 2026
HMJ PBS UMSU Gelar Bedah Novel dan Workshop Kepenulisan

HMJ PBS UMSU Gelar Bedah Novel dan Workshop Kepenulisan

11 October 2026
Wali Kota Medan dan Dubes Malaysia Bahas Potensi Kerja Sama

Wali Kota Medan dan Dubes Malaysia Bahas Potensi Kerja Sama

11 October 2026
Wakil Rektor UMSU: Penambahan Pejabat Harus Berdampak bagi Rakyat

Wakil Rektor UMSU: Penambahan Pejabat Harus Berdampak bagi Rakyat

11 October 2026
Ikuti Kegiatan REKA, Pengunjung Dapat Wawasan Baru tentang Pengolahan Limbah Tekstil

Ikuti Kegiatan REKA, Pengunjung Dapat Wawasan Baru tentang Pengolahan Limbah Tekstil

9 October 2026
Ecovia Gelar Kampanye Sehari Sebumi, Dorong Kepedulian terhadap Sampah Plastik

Ecovia Gelar Kampanye Sehari Sebumi, Dorong Kepedulian terhadap Sampah Plastik

9 October 2026
Reka Project Dorong Anak Muda Peduli Limbah Tekstil

Reka Project Dorong Anak Muda Peduli Limbah Tekstil

9 October 2026
HIMAMEN UMSU Gelar Sharing Session, Bahas Pengelolaan Organisasi dan Internasionalisasi Mahasiswa

HIMAMEN UMSU Gelar Sharing Session, Bahas Pengelolaan Organisasi dan Internasionalisasi Mahasiswa

9 October 2026
KPU Jelaskan Alasan Terima Suket Jadi Syarat Gibran Daftar Cawapres

KPU Jelaskan Alasan Terima Suket Jadi Syarat Gibran Daftar Cawapres

9 October 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Tuesday, 13 October 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

by REDAKSI TEROPONG
18 December 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan
0
SHARES
47
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Isu lingkungan di Indonesia tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar dampak sampingan pembangunan, melainkan sebagai konsekuensi langsung dari kebijakan yang mengabaikan prinsip keberlanjutan. Banjir yang terus berulang, kebakaran hutan yang hampir menjadi agenda tahunan, pencemaran udara, serta kerusakan ekosistem menunjukkan bahwa arah pembangunan masih didominasi oleh logika eksploitasi, bukan perlindungan. Ironisnya, berbagai kerusakan tersebut kerap dinormalisasi sebagai “risiko yang harus diterima” demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

Krisis iklim semakin menegaskan kegagalan dalam tata kelola lingkungan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen bencana yang terjadi di Indonesia merupakan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Meningkatnya intensitas cuaca ekstrem menandakan lemahnya strategi mitigasi dan adaptasi yang dijalankan. Namun, respons yang diberikan masih bersifat reaktif sigap saat bencana terjadi, kemudian melemah ketika perhatian publik mereda.

RelatedPosts

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi gambaran paling nyata dari konflik kepentingan antara ekonomi dan kelestarian alam. Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), selama periode 2015–2019, deforestasi neto tercatat antara 439.000–629.000 hektare per tahun. Indonesia masih kehilangan ratusan ribu hektare tutupan hutan setiap tahunnya, terutama akibat ekspansi industri ekstraktif dan perkebunan skala besar. Hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyerap karbon dan penyangga kehidupan justru diposisikan sebagai komoditas ekonomi jangka pendek.

Dalam banyak kasus, regulasi lingkungan tidak ditegakkan secara konsisten. Perizinan kerap diberikan meskipun berpotensi merusak ekosistem, sementara pelanggaran lingkungan sering kali berakhir tanpa sanksi yang menimbulkan efek jera. Akibatnya, masyarakat lokal dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling terdampak, mulai dari kehilangan ruang hidup hingga menurunnya kualitas kesehatan dan mata pencaharian.

Pencemaran lingkungan pun memperlihatkan lemahnya kontrol negara terhadap aktivitas industri serta rendahnya tanggung jawab bersama. KLHK mencatat bahwa sebagian besar sungai utama di Indonesia berada dalam kondisi tercemar sedang hingga berat. Sementara itu, di sejumlah kota besar, kualitas udara kerap melampaui batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan lingkungan belum menyentuh akar persoalan struktural.

Di sisi lain, wacana pembangunan berkelanjutan sering kali hanya berhenti pada level slogan. Berbagai target pengurangan emisi dan transisi energi memang telah dicanangkan, tetapi implementasinya berjalan lambat dan tidak konsisten. Ketergantungan pada energi fosil masih tinggi, sementara pengembangan energi terbarukan belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam kebijakan nasional.

Situasi ini mengarah pada krisis keadilan lingkungan dan keadilan antargenerasi. Generasi hari ini menikmati hasil pembangunan, sementara generasi mendatang harus menanggung dampak kerusakan alam yang ditinggalkan. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan bukan semata isu ekologis, melainkan juga persoalan etika dan keadilan sosial.

Oleh karena itu, perubahan paradigma pembangunan menjadi sebuah keharusan. Pembangunan tidak boleh lagi mengorbankan lingkungan demi pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Negara harus bersikap tegas dalam penegakan hukum, kebijakan harus berpihak pada kelestarian, dan masyarakat terutama generasi muda perlu terus bersuara agar isu lingkungan tidak terus dipinggirkan dalam agenda nasional.

 

Tr: Widia Ningsih

Tags: #Opini #KrisisLingkungan ##Pembangunan #Pengabdian #BencanaSumatera ##Banjir #Medan #Teropongdaily
Previous Post

Tim PKM-RSH Batapai UMSU Raih Juara Harapan I PIMTANAS

Next Post

John Maynard Keynes dan Ekonomi Keynesian

Related Posts

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

Sah di Aturan, Kontroversial di Publik

by REDAKSI TEROPONG
8 October 2026
0

Pergantian antarwaktu (PAW) pada dasarnya merupakan mekanisme untuk mengisi kursi DPR yang kosong sebelum masa jabatan berakhir. Namun, ketika kursi...

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Apa yang Perlu Diketahui Penjual?

by REDAKSI TEROPONG
4 October 2026
0

Marketplace telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam melakukan jual beli. Tidak hanya untuk berbelanja, platform digital juga menjadi tempat...

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

Budaya Scroll dan Tantangan Membaca Mahasiswa

by REDAKSI TEROPONG
23 September 2026
0

Kebiasaan scroll membuat mahasiswa terbiasa menerima informasi dalam bentuk yang singkat dan cepat. Video berdurasi pendek, rangkuman, serta konten dengan...

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

Islam Ala Prabowo dan Narasi Agama dalam Kekuasaan

by REDAKSI TEROPONG
11 September 2026
0

Agama memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ketika agama kemudian dikaitkan dengan sosok seorang pemimpin politik, pembahasannya tidak hanya...

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

Ketika Hutan Terbakar, Satwa Kehilangan Rumah

by REDAKSI TEROPONG
5 September 2026
0

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan kembali menunjukkan bahwa yang menjadi korban bukan hanya manusia. Di balik kepulan asap dan...

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Next Post
Krisis Lingkungan: Antara Pembangunan dan Pengabaian Keberlanjutan

John Maynard Keynes dan Ekonomi Keynesian

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Kampanye 16 Hari Aktivisme: Perjuangan Menghentikan Femisida

Kampanye 16 Hari Aktivisme: Perjuangan Menghentikan Femisida

2 years ago
Mengenal Maskot SEA Games 2021

Mengenal Maskot SEA Games 2021

4 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • FISIP UMSU Terima Kunjungan UUM, Perluas Wawasan Mahasiswa tentang Kerelawanan 12 October 2026
    • Ubai Dillah Al-Anshori Rekam Pergeseran Identitas Kota Sumatera Lewat 60 Puisi 12 October 2026
    • Hampir 2.000 Pendaftar KIP Kuliah, UMSU Sediakan 350 Beasiswa Mandiri 12 October 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In