Teropongdaily, Medan-Enam editor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Press dinyatakan lulus uji kompetensi Skema Penyuntingan Naskah pada Sertifikasi Editor Profesional yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (17/11/2025).
Enam editor yang berhasil meraih sertifikat profesi BNSP yaitu: Dr. Muhammad Arifin, M.Pd.; Winarti, M.Pd.; Dr. Rizka Harfiani, M.Psi.; Rizki Yunida Br Panggabean, S.Pd.; Wildani Agustina, S.Sos.; dan Julpan Siregar. Para editor tersebut dinyatakan kompeten setelah melalui asesmen mencakup penyuntingan naskah cetak dan digital, koreksi cetak coba, serta penyusunan materi promosi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) Editor.
Kepala UMSU Press, Dr. Muhammad Arifin, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan langkah penting dalam penguatan standar profesional penerbitan akademik di UMSU.
“Sertifikasi ini bukan hanya pengakuan terhadap kompetensi editor kami, tetapi juga bentuk komitmen UMSU Press untuk terus menjaga mutu naskah yang diterbitkan. Kami ingin memastikan setiap karya yang keluar dari UMSU Press memenuhi standar profesional dan dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Kepala UMSU Press berharap keberhasilan ini semakin memperkuat posisi UMSU Press sebagai penerbit akademik yang berkomitmen pada profesionalisme, mutu, dan integritas.
“UMSU Press berharap pencapaian ini dapat memotivasi editor lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi serta mendukung terciptanya ekosistem penerbitan yang kredibel dan berdaya saing tinggi,” ucapnya.
Terakhir, salah satu editor yang lulus sertifikasi, Julian Siregar mengungkapkan rasa syukur dan bangganya.
“Alhamdulillah, saya benar-benar bersyukur bisa lolos sertifikasi ini. Saya semakin yakin bahwa pekerjaan sebagai editor bukan sekadar merapikan tulisan, tapi menjaga mutu pengetahuan yang akan dibaca banyak orang. Saya merasa lebih percaya diri dan semakin semangat untuk berkarya dan belajar. Ini jadi pengingat bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” tutupnya.
Tr: Novita Sari






















