Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyertakan Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam rangkaian Yudisium Periode II Tahun 2026, Kamis (22/10/2026).
Sebagai penceramah, Ustadz H. Mahmud Yunus Daulay, S.Ag., M.A.Si., dalam tausiyahnya, menjelaskan bahwa pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang diperoleh mahasiswa sejak semester satu hingga empat harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk setelah lulus dari UMSU.
“Nilai-nilai yang sudah didapatkan selama di UMSU itu harus bisa diterapkan. Itu menjadi nilai tambah yang tidak didapatkan di perguruan tinggi lain,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa UMSU merupakan amal usaha Muhammadiyah yang berfungsi sebagai sarana dakwah. Karena itu, para lulusan diharapkan berperan sebagai kader persyarikatan setelah meninggalkan kampus.
“Setelah menjadi alumni, kita harus menebar manfaat, menjadi solusi di tengah-tengah masyarakat. Artinya kita menjadi penyelesaian masalah, bukan bagian dari masalah,” tuturnya.
Untuk menggambarkan pentingnya landasan yang kuat bagi seorang kader, Mahmud mengibaratkannya seperti akar pohon yang menopang pertumbuhan dan menjaga pohon tetap kokoh, meskipun keberadaannya tidak terlihat dari luar.
“Fondasi yang tak tergoyahkan itu berada pada akar. Akar itu terhujam di dalam tanah, tidak kelihatan, tapi kekuatan sebuah pohon ada pada fondasinya,” jelasnya.
Terakhir, ia mencontohkan dakwah Rasulullah dalam membangun dasar keimanan umat pada masa dakwah awal.
“Rasulullah sangat serius menanamkan akidah itu. Beliau berada di Mekah lebih kurang 12 tahun untuk memperbaiki akidah dan akhlak,” katanya.
Tr: Arya, Nurul.




















