Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar simulasi demonstrasi bersama Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan di Sat Sabhara Polresta Medan, Minggu (30/8/2026).
Ketua Umum PK IMM Fakultas Teknik UMSU, Muhammad Irhamna, mengatakan simulasi yang berlangsung di Sat Sabhara Polresta Medan tersebut digelar agar kader IMM tidak hanya memiliki keberanian dalam menyampaikan pendapat, tetapi juga memiliki kesiapan ketika berada di lapangan.
“Kami ingin kader IMM tidak hanya berani berbicara, tetapi juga siap ketika turun ke lapangan. Demonstrasi adalah bagian dari perjuangan mahasiswa, tetapi perjuangan harus dibekali ilmu, disiplin, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Irhamna, simulasi tersebut diharapkan dapat mencetak kader yang berani menyuarakan aspirasi sekaligus memiliki kemampuan intelektual dan kematangan dalam menghadapi berbagai situasi ketika melakukan aksi.
“Tujuannya jelas mencetak kader yang berani bersuara, kuat secara intelektual, dan matang dalam menghadapi situasi. Kami tidak ingin kader hanya menjadi peserta aksi, tetapi mampu menjadi penggerak yang tahu apa yang diperjuangkan dan bagaimana memperjuangkannya,” katanya.
Ia menjelaskan, materi dalam simulasi juga diarahkan untuk membekali kader dalam menghadapi berbagai dinamika aksi. Kader dilatih memahami pengelolaan massa, penyampaian aspirasi, komunikasi dengan aparat, hingga langkah menjaga kondisi tetap aman dan tertib.
“Kami melatih kader menghadapi dinamika aksi, mulai dari pengelolaan massa, penyampaian aspirasi, komunikasi dengan aparat, hingga bagaimana menjaga situasi tetap kondusif. Kami ingin kader siap secara mental, sikap, dan kemampuan ketika berada di lapangan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan kader agar tidak mudah terprovokasi ketika berada di tengah aksi. Menurutnya, keberanian mahasiswa harus diiringi dengan akal sehat serta rasa tanggung jawab agar mampu mengendalikan keadaan.
“Saya ingin kader memahami satu hal ketika turun ke jalan, jangan hanya membawa keberanian, tetapi bawa juga akal sehat dan tanggung jawab. Jangan mudah terprovokasi. Jangan mudah terpancing. Karena kader IMM harus mampu menjadi pengendali keadaan, bukan justru dikendalikan oleh keadaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen PK IMM Fakultas Teknik UMSU untuk terus membentuk kader yang kritis dan memiliki kemampuan intelektual tanpa mengesampingkan etika dalam menyampaikan aspirasi.
“Komitmen kami adalah terus melahirkan kader yang kritis, militan, berintelektual, tetapi tetap beretika. Kami ingin kader IMM mampu berdiri di barisan terdepan dalam menyuarakan kebenaran, namun tetap menjunjung hukum, kemanusiaan, dan tanggung jawab sosial,” pungkasnya.
Irhamna berharap simulasi tersebut tidak berhenti sebagai pengalaman teknis bagi kader, tetapi mampu membentuk mentalitas seorang pejuang yang mampu berpikir kritis, berani mengambil sikap, dan bijaksana dalam bertindak.
“Saya berharap kader pulang bukan hanya membawa pengalaman, tetapi membawa mentalitas seorang pejuang. Karena bagi saya, kader IMM harus tajam dalam berpikir, berani dalam bersikap, dan bijaksana dalam bertindak. Sebab perjuangan bukan tentang siapa yang paling keras berteriak, tetapi siapa yang paling konsisten memperjuangkan kebenaran,” tutupnya.
Tr : Firza




















