Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPKO) Himpunan Mahasiswa Agribisnis (HIMAGRI) di Desa Mekar Sawit, Langkat, mendorong pemulihan ekonomi warga pascabanjir melalui pengolahan limbah kayu menjadi bio briket dan peningkatan produksi lidi.
Program yang telah berjalan selama tiga minggu tersebut melibatkan sekitar 100 masyarakat Desa Mekar Sawit, pemerintah desa, tim pelaksana, serta organisasi mahasiswa (ormawa). Kegiatan berfokus pada pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru.
Ketua PPK Ormawa, Tomy Syahputra Sirait, mengatakan masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi selama pelaksanaan program, terutama dalam mempelajari pengolahan limbah kayu menjadi bio briket.
“Semua program yang kami jalankan sebenarnya mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat,” ujarnya, Rabu (26/08/2026).
Menurutnya, antusiasme tersebut terlihat dari keingintahuan warga dalam memahami proses pembuatan bio briket yang masih tergolong baru bagi sebagian masyarakat.
“Kami melihat masyarakat cukup antusias untuk mengetahui bagaimana limbah kayu dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna,” ungkapnya.
Tomy menjelaskan, proses produksi masih menghadapi kendala cuaca karena kegiatan dilakukan di luar ruangan. Kondisi cuaca yang tidak menentu dapat menghambat proses produksi bio briket.
“Untuk kendala mungkin karena kegiatan tersebut di outdoor sehingga kendala di cuaca yang akhir-akhir ini tidak tentu sehingga menyulitkan dalam proses produksi,” lanjutnya.
Tomy berharap kegiatan tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengembangkan potensi yang tersedia di desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus memberikan manfaat dan membantu masyarakat mengembangkan potensi yang ada di desa,” harapnya.
Tr: Fia





















