Halo Sobat pong-pong!
Tahukah kamu?
Jarak antara Bumi dan Bulan ternyata tidak bersifat statis. Satelit alami Bumi tersebut dilaporkan terus bergerak menjauh secara perlahan, sebuah fenomena yang diprediksi bakal membawa dampak signifikan bagi kehidupan di masa depan.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Ilmuwan NASA, Richard Vondrak mengatakan bahwa Kondisi ini sangat kontras dengan situasi 4 miliar tahun lalu.
“Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan terus berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, penduduk Bumi kemungkinan besar akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa menjauhnya Bulan dapat berdampak pada rotasi Bumi akibat interaksi gravitasi yang semakin melemah.
Bu
“Rotasi Bumi akan melambat secara perlahan, sehingga durasi waktu dalam satu hari secara teknis akan bertambah pada masa depan yang sangat panjang,” tambahnya.
Tr: Ultami












