Teropongdaily, Medan-Dosen Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Muhammad Afiv Toni Suhendra Saragih, M.Pd., dukung program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo, namun menyoroti pentingnya kualitas guru, Selasa (21/10/2025).
Dalam wawancara bersama Kru Teropong, Afiv menyebut program tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu di daerah tertinggal.
“Dari sisi pendidik, inisiasi Presiden dalam membuat Sekolah Rakyat merupakan langkah positif untuk memperluas akses pendidikan. Masyarakat yang belum mampu bisa dijangkau, dan program ini harus berkomitmen pada pemerataan pendidikan serta pembangunan sumber daya manusia, baik di kota maupun di desa,” ujarnya.
Program Sekolah Rakyat dikelola oleh Kementerian Sosial yang bertugas menjaring calon siswa dari keluarga tidak mampu dengan potensi akademik memadai. Adapun pelaksanaannya dilakukan oleh Kementerian Pendidikan.
Meski demikian, Afiv mengungkapkan kekhawatiran terkait jaminan mutu guru di sekolah-sekolah tersebut.
“Yang harus menjadi perhatian adalah bagaimana mutu guru dapat dijamin, sehingga Sekolah Rakyat benar-benar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkapnya.
Terkait pemerataan akses pendidikan di daerah tertinggal, Afiv menilai program ini akan efektif apabila proses rekrutmen siswa dilakukan dengan baik.
“Program ini akan menjangkau masyarakat di daerah tertinggal. Sekolah Rakyat didirikan untuk mereka yang membutuhkan, namun sistem rekrutmen menjadi kunci keberhasilan program ini,” jelasnya.
Terakhir, ia berharap agar program Sekolah Rakyat tetap berlanjut hingga mencapai tujuannya.
“Luaran dari Sekolah Rakyat harus menghasilkan siswa yang memiliki keahlian. Harapan saya, segala sesuatu yang sudah dimulai harus diselesaikan. Jika targetnya belum tercapai, maka program ini harus terus dilanjutkan sampai tujuannya terpenuhi,” pungkasnya.
Tr: Diva Salsabila & Rifky Haris






















