Teropongdaily, Medan-Festival Literasi Merdeka menghadirkan pemutaran dan diskusi film Turang, karya klasik yang telah direstorasi setelah sempat hilang. Kegiatan ini berlangsung di Mini Theatre Museum Negeri Sumatera Utara, Selasa (29/04/2025).
Film Turang disutradarai oleh Bachtiar Siagian dan mengangkat kisah perjuangan rakyat Tanah Karo dalam menghadapi Agresi Militer Belanda sebelum kemerdekaan.
Film ini dianggap sebagai bagian penting dari sejarah perfilman Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Salah satu pencetus Festival Literasi Merdeka, Diana Srimilana Saragih menjelaskan bahwa pemutaran film Turang bertujuan merayakan kembalinya film yang sempat hilang bertahun-tahun sebelum akhirnya ditemukan dan direstorasi.
“Tujuan kita menggelar film ini adalah untuk merayakan kembalinya film Turang ke hadapan penonton Indonesia hari ini. Karena film ini sempat bertahun-tahun hilang dan akhirnya ditemukan dan kemudian direstorasi,” ujarnya.
Pengamat film, Dokter Daniel Irawan, turut hadir menyampaikan kesannya usai menonton film tersebut.
“Perasaannya sangat terharu dan bahagia, karena Turang ini berasal dari Medan. Jadi, Medan memiliki sejarah penting dalam perfilman nasional, dan itu luar biasa,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya generasi muda untuk mengenal film-film nasional bernilai sejarah.
“Perlu banget, karena pesan perjuangannya sangat bagus. Kemerdekaan itu tidak mudah diraih, dan banyak hal menarik lainnya yang harus kita ketahui,” ujarnya.
Sementara itu, penikmat film nasional asal Padang, Arun, turut hadir dan memberikan tanggapannya.
“Saya datang dari Padang ke Medan untuk menyaksikan beberapa film nasional yang sedang diputar di sini. Kegiatannya luar biasa, atmosfer masyarakat yang antusias juga sangat terasa, apalagi Turang membahas sejarah dari Tanah Karo,” ungkapnya.
Ia berharap pemutaran film nasional seperti ini bisa lebih sering dilakukan.
“Tentu harapan saya, semoga kegiatan screening film seperti ini semakin sering diadakan. Selain menambah pengetahuan, kita juga jadi sadar bahwa kita punya sejarah yang luar biasa untuk disaksikan,” tutupnya.
Tr: Muhammad Wira & Intan Johan





















