Akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menilai makna Kebangkitan Nasional di era digital tidak lagi dimaknai sebagai perjuangan fisik, tetapi bagaimana generasi muda memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk membawa dampak positif bagi bangsa, Selasa (20/05/2026).
Dosen Ilmu Komunikasi, Al Wafi, S.I.Kom., M.I.Kom., mengatakan bahwa generasi muda memiliki pengaruh besar terhadap masa depan bangsa, bahkan melalui hal-hal sederhana seperti unggahan di media sosial.
“Menurut saya, makna Kebangkitan Nasional di era digital hari ini itu sederhana, anak muda harus sadar kalau mereka punya pengaruh besar terhadap masa depan bangsa, bahkan hanya lewat apa yang mereka unggah di media sosial. Karena sekarang perjuangan bukan lagi soal angkat senjata, tapi soal bagaimana kita menggunakan teknologi, informasi, dan komunikasi untuk hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional masih sangat relevan di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat saat ini cenderung lebih cepat mempercayai informasi tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
“Semangat Kebangkitan Nasional juga masih sangat relevan, justru semakin penting, karena kita hidup di zaman ketika orang lebih cepat percaya informasi daripada memeriksa kebenarannya,” ungkapnya.
Kemudian, Ia menilai mahasiswa dan generasi muda perlu menjaga ruang digital tetap sehat dengan tidak menyebarkan hoaks, menghargai perbedaan pendapat, serta membuat konten edukatif dan bermanfaat.
“Generasi muda dan mahasiswa punya peran besar untuk menjaga ruang digital tetap sehat, mulai dari tidak menyebarkan hoaks, menghargai perbedaan pendapat, sampai membuat konten yang punya nilai,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional dapat menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga menjadi generasi yang kritis, peduli, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan masyarakat dan Indonesia.
“Jadi harapan saya, generasi muda jangan cuma jadi pengguna media sosial, tapi jadilah generasi yang berpikir kritis, punya empati, dan bisa menggunakan teknologi untuk membawa dampak positif bagi masyarakat dan Indonesia,” tutupnya.
Tr: Nashwa




















