Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), meraih Juara 1 cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIH) pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-58 tingkat Kota Medan, Sabtu (26/4/2025).
Ajang yang digelar di Kecamatan Medan Deli ini diikuti oleh 653 peserta dari 21 kecamatan se-Kota Medan. Terdapat 10 cabang perlombaan dan 54 golongan yang dipertandingkan.
Mahasiswi Fakultas Hukum (FAHUM) UMSU, Miafiz Nur Chairani Nasution mengangkat karya ilmiah berjudul Strategi Membangun Ketahanan Keluarga dengan Meningkatkan Landasan Akhlak Islam di Era Modernisasi. Karya ini menyoroti pentingnya membangun karakter keluarga melalui nilai-nilai akhlak Islam dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Miafiz mengaku ragu saat mengikuti lomba KTIH, karena sudah belajar dari kompetisi-kompetisi sebelumnya, ia menjadi percaya diri untuk mencoba.
“Awalnya saya ragu karena bukan berasal dari madrasah atau pesantren, tapi pengalaman dari lomba-lomba sebelumnya membentuk mental saya untuk mencoba,” ujarnya.
Meski baru pertama kali mengikuti MTQ, Miafiz mengaku tak menyangka bisa meraih juara pertama. Ia menyebut prestasi ini sebagai bentuk persembahan untuk sang ibu dan motivasi untuk terus berproses.
“Walau baru pertama kali ikut MTQ ini, saya tak menyangka bisa juara, dan prestasi ini saya persembahkan untuk ibu saya dan motivasi saya untuk terus belajar,” ujarnya.
Ketua Panitia MTQ Kota Medan, H. Mahyuddin Harahap, mengatakan bahwa MTQ tahun ini bukan hanya ajang lomba, tetapi wadah pengembangan potensi generasi muda dalam memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
“Antusias peserta sangat tinggi. Kami berharap para juara bisa menjadi contoh dan inspirasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Miafiz saat ini tengah fokus menghadapi Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang akan digelar pertengahan tahun ini. Ia berharap dapat membawa pulang prestasi kembali sekaligus menginspirasi mahasiswa lain agar tidak membatasi potensi diri.
Tr: Muhammad Wira






















