• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Basa-basi KTT G20

Basa-basi KTT G20

18 November 2022
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Sunday, 8 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Basa-basi KTT G20

by REDAKSI TEROPONG
18 November 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Basa-basi KTT G20
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Hegemoni KTT G20 sudah mulai terasa di awal tahun 2022. Hegemoni tersebut semakin masif menjelang tanggal pelaksanaan. Semua flyer, semua poster, baik institusi pendidikan, pemerintahan, perusahaan swasta maupun negara, di setiap postingan ucapan untuk hari besar Indonesia, terselip secuil logo KTT G20 di atas ataupun di bawahnya. Muncul pertanyaan di kepala, “Apa sih G20 itu?”, “Dan seberapa penting G20?”.

G20 (Group of Twenty) merupakan pertemuan internasional yang terdiri dari 20 negara yang tujuannya adalah untuk menjalin kerjasama baik dari sektor ekonomi dan lainnya. Cikal bakal lahirnya G20 ini disebabkan karena ketidakpuasan para pemimpin negara pada perkumpulan sebelumnya, yaitu: G7 (Group of Seven) yang disinyalir gagal mengatasi permasalahan krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998. Karena ketidakpuasan tersebut, maka didirikanlah perkumpulan baru yang sekarang kita sebut sebagai G20.

RelatedPosts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

G20 ini merupakan perhelatan penting dan luar biasa besar. Sebab pertemuan ini dihadiri oleh Menteri Keuangan dan para Pemimpin Negara yang tergabung di dalamnya. Pembahasannya pun tidak hanya sebatas pada sektor ekonomi. Pembahasan pada G20 dibagi menjadi dua sub bahasan: 1) Economy Tracks, 2) Sherpa Tracks. Economy Tracks fokus membahas permasalahan ekonomi: penangguhan hutang atau kerjasama multilateral tentang sistem ekonomi. Lalu pada sub bahasan Sherpa Tracks membahas soal isu lingkungan, proyek strategis, climate change, dan energi terbarukan.

674 Milyar rupiah pun digelentorkan untuk perhelatan akbar ini oleh pemerintah. Bukan hanya pemerintah, perusahaan-perusahaan otomotif juga tak mau ketinggalan untuk meramaikan kegiatan tersebut dengan mensuplai mobil-mobil yang “dianggap” ramah lingkungan. Pulau Bali disterilkan. Semua kemungkinan ancaman dihilangkan. Indonesia berhasil membuat acara megah di tengah duka warganya.

Saya paham. Setiap pembangunan berskala nasional pasti membutuhkan korban. Namun pembangunan seperti apa yang membutuhkan korban nyawa manusia? Di sini kita tidak berbicara soal tumbal proyek. Di balik hingar-bingar engergi terbarukan, lonjakan ekonomi yang selalu digaung-gaungkan, malah masyarakat sekitar yang menjadi korban. Hal ini saya ketahui dari tulisan yang diunggah oleh Project Multatuli yang mengambil contoh masyarakat Morowali.

Semenjak tambang nikel didirikan, masyarakat sekitar terkena imbasnya. Masyarakat yang tinggal di sekitar tambang seakan dipaksa untuk berdamai dan hidup berdampingan dengan debu sisa-sisa pembakaran dan penyakit pernafasan. Semenjak tambang didirikan, bukan hanya masalah kesehatan saja yang mereka dapatkan, tapi juga masalah lingkungan. Lalu didirikanlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap sebagai upaya menggalakkan energi terbarukan guna mensuplai Morowali Industrial Park (IMIP). Dan ya, sebab limbah proyek tersebut, kini laut-laut memanas, ikan-ikan pergi. Masyarakat Morowali yang terbiasa menggantungkan hidupnya melalui hasil tangkapan laut, kini harus kehilangan mata pencahariannya.

Itu masih proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Morowali, belum lagi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi yang berada di Sorik Merapi, Maindaling Natal, yang juga sukses memakan korban sebab keracunan gas bocor proyek tersebut.

Hasrat dan nafsu berahi menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui tambang dan energi terbarukan yang katanya “ramah lingkungan” ini ternyata membutuhkan korban manusia untuk realisasinya. Saya kembali bertanya-tanya, “Apakah nyawa manusia pantas untuk dikorbankan?”. Hal ini membuat saya heran, ternyata energi terbarukan dan energi hijau ramah lingkungan yang diagung-agungkan kenyataannya tidak ramah-ramah banget dan tidak hijau-hijau banget karena membutuhkan tumbal manusia di dalamnya.

Melihat hingar-bingar G20 ini jadi membuat saya kembali berpikir dan bertanya-tanya, seberapa penting dan mendesak hal ini untuk dilaksanakan.

Kalau kita berandai-andai, perhelatan KTT G20 ini ibarat menutup semua borok di badan dengan sebuah plaster luka. Minim manfaat dan buang-buang uang saja. Jangan sampai acara ini hanyalah hasil dari nafsu berahi demi mendapat pengakuan sebagai negara “elit”.

Sejujurnya kalau disuruh memilih mana perkumpulan yang lebih bermanfaat, saya jujur lebih memilih perkumpulan bapak-bapak wirid malam jumat. Meskipun acaranya jauh dari kesan megah, namun dampaknya cukup nyata dan terasa sebab besek yang diberi dapat mengisi perut kepala keluarga yang keroncongan maupun anggota keluarga.

Sumber foto : g20.org

Tr : Rizali

Tags: #g20#kttg20#lpmteropongumsu#opini#persmahasiswateropongdaily
Previous Post

Gen-Z dalam Cengkraman Kapitalis, Menjadi Harapan atau Ancaman Bangsa?

Next Post

7 Fakta Menarik Piala Dunia 2022

Related Posts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Rindu dalam Diam

KUHP Baru: Antara Pembaruan Hukum dan Tantangan Kebebasan Sipil

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Sejak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi diberlakukan pada awal 2026, Indonesia memasuki fase baru dalam sistem hukum...

Next Post
7 Fakta Menarik Piala Dunia 2022

7 Fakta Menarik Piala Dunia 2022

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Angin Kencang Landa Kota Medan, Mahasiswa UMSU: Aktivitas Jadi Tidak Nyaman

Mengenal Tari Tortor Sebagai Warisan Budaya

8 months ago
KNTI Bersama Adjektiva Project adakan Nobar di Markas Kopi Tao

KNTI Bersama Adjektiva Project adakan Nobar di Markas Kopi Tao

2 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In