• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Bilal bin Rabah, Muazin Pertama di Dunia

Bilal bin Rabah, Muazin Pertama di Dunia

20 May 2022
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Sunday, 8 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Sastra

Bilal bin Rabah, Muazin Pertama di Dunia

by REDAKSI TEROPONG
20 May 2022
in Sastra
Reading Time: 3 mins read
0
0
SHARES
625
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Azan dikumandangkan tidak hanya untuk memanggil umat Islam melaksanakan ibadah salat lima waktu. Azan juga sering dikumandangkan ketika bayi baru dilahirkan, ketika apabila terjadi bencana, hingga ketika seseorang meninggal dunia.

Lalu siapakah orang yang pertama kali mengumandangkan Azan di dunia?

RelatedPosts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

Rindu dalam Diam

Ia adalah Bilal bin Rabah.
Nama lengkapnya Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia berasal dari negeri Habasyah, sekarang Ethiopia. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Bilal lahir di daerah as-Sarah sekitar 43 tahun sebelum hijriah. Ia berpostur tinggi, kurus, warna kulitnya cokelat, pelipisnya tipis, dan rambutnya lebat.

Bilal merupakan budak milik Umayah bin Khalaf dari Bani Jumah, Makkah. Saat menjadi budak, Bilal kerap mendengar cerita tentang Nabi Muhammad SAW yang banyak dibicarakan penduduk Makkah karena mulai menyiarkan agama Islam.

Lalu, ia menemui Rasulullah SAW dan mengikrarkan diri masuk Islam. Ia merupakan salah satu kalangan sahabat Rasulullah yang berasal dari non-Arab.

Kabar keislaman Bilal tersebar ke seluruh negeri dan sampai ke telinga tuannya, yaitu Umayah. Bilal lalu siksa dengan besi dan di atas bara api agar mau keluar dari Islam atau Murtad. Kaum Kafir Quraisy juga ikut menyiksa Bilal.

Siksaan untuk Bilal bin Rabah saat itu sangat kejam. Dia bahkan diikat dan diarak mengelilingi jalanan Mekah. Siksaan hanya akan dihentikan jika Bilal keluar dari agama Islam (murtad) dengan menyebut nama Lata dan Uzza, berhala saat itu.

Namun, ia selalu mengucapkan, “Ahad-Ahad.” Ia menolak mengucapkan kata kufur (mengingkari Allah).

Kabar Bilal bin Rabah yang disiksa sampai ke Abu Bakar ash-Shiddiq. Kemudian, Abu Bakar pun memerdekakan Bilal. Kemerdekaan Bilal yang lepas dari budak disambut bahagia kaum Muslimin.

Setelah merdeka, Bilal mengabdikan diri untuk Allah dan Rasul-Nya. Ke mana pun Rasulullah SAW pergi, Bilal senantiasa berada di samping Rasulullah SAW. Karena itu pula, para sahabat Rasulullah SAW sangat menghormati dan memuliakan Bilal, sebagaimana mereka memuliakan dan menghormati Rasulullah SAW.

Saat Rasulullah SAW berhijrah ke Madinah, Bilal pun turut serta bersama kaum Muslimin lainnya. Ketika Masjid Nabawi selesai dibangun, Rasulullah SAW mensyariatkan azan. Rasulullah SAW kemudian menunjuk Bilal untuk mengumandangkan azan karena ia memiliki suara yang merdu. Lalu, Bilal mengumandangkan azan sebagai pertanda dilaksanakannya shalat lima waktu. Sejak saat itu, Bilal mendapat julukan sebagai Muadzdzin ar-Rasul dan ia menjadi muazin pertama dalam sejarah Islam.

Tak lama kemudian, ketika menaklukkan Kota Makkah (Fathu Makkah), Rasulullah SAW ditemani oleh tiga orang sahabatnya, yaitu Utsman bin Thalhah, Usamah bin Zaid, dan Bilal bin Rabah, saat waktu salat Zuhur tiba, Rasulullah SAW memanggil Bilal agar naik ke atap Ka’bah untuk mengumandangkan azan. Maka, Azan yang dikumandangkan Bilal merupakan azan pertama di Makkah.

Namun, saat Rasul SAW wafat dan ketika azan akan dikumandangkan, Bilal pun tidak sanggup melaksanakan kewajibannya. Saat itu, jasad Rasulullah SAW masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan.

Ketika Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah),” Ia menangis tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Bilal merasakan betapa sedihnya ditinggalkan oleh manusia yang paling dicintainya. Tak hanya kaum Muslim, Allah pun mencintai Rasulullah SAW.

Sejak kepergian Rasulullah SAW, Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari. Setiap sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rasuulullaahi,” ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum Muslimin yang mendengarnya, juga larut dalam tangisan pilu.

Kemudian, Bilal mendatangi Abu Bakar as-Sidiq, yang menggantikan posisi Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat Islam, agar dia diperkenankan untuk tidak mengumandangkan azan lagi. Ia seakan tidak sanggup melakukannya. Permohonan itu pun dikabulkan Abu Bakar. Sejak saat itu, Bilal tak pernah lagi menjadi muazin bagi seseorang.

Tapi suatu saat Bilal pernah melakukannya ketika Khalifah Umar mengunjunginya di Damaskus. Namun, itu pun hanya sampai kalimat, “Asyhadu anna Muhammadar Rasuluullaahi.” Ia lagi-lagi menangis mengingat Rasulullah SAW. Bahkan, Umar pun turut menangis. Azan yang dikumandangkan Bilal mengingatkan Umar ketika bersama-sama dengan Rasulullah SAW, orang yang paling dicintainya.

Namun, kemuliaan Bilal tak hanya karena Azannya, jejak langkah Bilal pernah didengar Rasulullah SAW di dalam surga. Sebuah penghargaan yang sangat tinggi bagi setiap orang yang beriman.

Jadi, setiap selesai melaksanakan wudhu, Bilal senantiasa melakukan shalat dua rakaat, yakni shalat sunah wudhu. Perbuatan itu senantiasa dilakukannya dalam setiap kesempatan. Selain itu, ia juga termasuk orang yang senantiasa memelihara (dawam) wudhu, yakni setiap batal, dia akan langsung berwudhu.

Selain sebagai muazin, Bilal juga pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Baitul Mal.

Bilal sang muazin Rasulullah SAW meninggal dunia tepatnya tahun ke-20 H, dimakamkan di Damaskus. Semoga Allah memberikan tempat yang mulia di sisi-Nya.

Tr : Anggi Syahfitri

Tags: #cerpenlpmteropongpersmahasiswasastra
Previous Post

Pelepasan Inisiasi Magang LPM Teropong

Next Post

Waspada, AC Kotor Menyebabkan Penyakit Legionellosis

Related Posts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Aku belajar kehilangan, dari caramu tetap tinggal, meski tak lagi bernama pulang. Waktu berjalan seperti hujan, jatuh perlahan di bahu...

Iram Dzāt al-‘Imād, Kota Kuno Kaum ‘Ād yang Hilang dan Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

by REDAKSI TEROPONG
14 January 2026
0

Kita tidak bertengkar, tidak juga saling pergi dengan pintu yang dibanting, dan tak ada kata “selesai” yang sempat kita ucapkan...

Rindu dalam Diam

Rindu dalam Diam

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Aku menyebut namamu pelan dalam hati. Rindu datang tanpa pernah kuundang. Tak ada pesan yang berani kukirim. Aku memilih diam,...

Sambut Tahun Baru, KAI Divre 1 Sumatera Tebar Diskon 30 Persen

Yang Katanya “Rumah” Itu…

by REDAKSI TEROPONG
31 December 2025
0

Rumah yang dulu penuh cahaya, Kini hampa, tak ada lagi tawa. Dinding-dinding bisu menyimpan luka, Semua terjadi di luar bayanganku....

‎UMK Medan 2026 Naik Delapan Persen, Warga Medan Nilai Kenaikan Cukup

Ibu

by REDAKSI TEROPONG
22 December 2025
0

Ibu Di pagi yang selalu lebih dulu bangun, kau titipkan doa pada air dan cahaya. Tak pernah kau hitung lelah,...

Antara Solidaritas dan Regulasi: Polemik Penggalangan Dana Tanpa Izin

Menggenggam Diri

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2025
0

Tak ada podium, Saat memilih bertahan. Tak ada sorak, Ketika keinginan menyerah, Berhasil diredam. Belajar memimpin, Tanpa menunjuk siapa pun,...

Next Post
Waspada, AC Kotor Menyebabkan Penyakit Legionellosis

Waspada, AC Kotor Menyebabkan Penyakit Legionellosis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Krisis Kesehatan Mental Mahasiswa: Tekanan Akademik dan Sosial

Krisis Kesehatan Mental Mahasiswa: Tekanan Akademik dan Sosial

11 months ago
Kuliah Umum UMSU Soroti Gandum Lokal dan Pangan Alternatif

Kuliah Umum UMSU Soroti Gandum Lokal dan Pangan Alternatif

9 months ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In