• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat

Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat

19 November 2018
PPK Ormawa HMJ EP Dorong Pengembangan Potensi Desa Mardinding Julu.

PPK Ormawa HMJ EP Dorong Pengembangan Potensi Desa Mardinding Julu.

12 August 2026
Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

12 August 2026
Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus

10 August 2026
Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

Mahasiswa UMSU Ukir Prestasi, Raih Juara II Reels & Short Video Competition

10 August 2026
Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

Anggaran BRIN Triliunan Rupiah, Hasil Inovasi Dinilai Masih Minim

8 August 2026
Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

Daffa Khairi Raih Duta Genre, Bukan Sekadar Selempang

8 August 2026
Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

Yayasan STIKes Indah Medan Resmi Diserahkan kepada Persyarikatan Muhammadiyah

6 August 2026
UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

UMSU Perkuat Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Lewat Aksi Nyata

6 August 2026

Mengenal Londo Ireng

5 August 2026
Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

Talkshow dan Seminar FISIP UMSU Bahas Pemanfaatan Media Sosial dalam Perspektif Hukum

6 August 2026
Pelan Tapi Sampai

Pelan Tapi Sampai

4 August 2026
Mahasiswi FKIP UMSU Juara 1 Akting Festival Sastra Museum

Mahasiswi FKIP UMSU Juara 1 Akting Festival Sastra Museum

4 August 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Thursday, 13 August 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat

by REDAKSI TEROPONG
19 November 2018
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Redupnya Suara Mahasiswa untuk Rakyat
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Pramoedya Ananta Toer bilang, “Kalian pemuda, kalau kalian tidak punya keberanian, sama saja dengan ternak karena fungsi hidupnya hanya beternak diri”.

“Bubarlah kelen, buat macet,” bentak tukang becak pada massa aksi.

RelatedPosts

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

“Kami menyuarakan kalian Bapak tukang becak,” balas seorang mahasiswa.

Kutipan tersebut menunjukkan kondisi di mana ternyata rakyat yang diklaim mahasiswa sebagai perjuangannya tidak merasa terwakili. Apa yang sebenarnya terjadi dalam pada pergerakan mahasiswa sebagai penyambung lidah masyarakat.

Mahasiswa seyogyanya harus menjadi penyambung lidah rakyat. Dalam buku Gerakan Mahasiswa: Pilar Ke-5 Demokrasi, Hariman Siregar bahkan menyebutkan hal tersebut sebagai “kutukan”. Kaum muda terutama mahasiswa menjadi tumpuan sekaligus harapan bagi rakyat dalam memperbaiki tata kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di negara-negara terjajah, pemuda dan mahasiswa hadir lebih awal untuk menolak ketidakadilan. Penjajahan yang berkepanjangan kerap menimbulkan rasa apatis dan ketakutan mengambil resiko oleh rakyat.

Di Indonesia sendiri sejarah membuktikan mahasiswa punya andil yang besar. Mulai dari gerakan perjuangan kemerdekaan yang diawali para mahasiswa School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA) atau dikenal dengan sekolah untuk pendidikan dokter pribumi—sekarang Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Tokoh nasional seperti Sorkarno dan Muhammad Hatta juga memulai perjuangannya sejak berstatus mahasiswa.

Tak bisa dipungkiri, institusi pendidikan punya peran penting dalam menyumbang penyampai suara-suara rakyat. Paulo Fiere dalam buku Sekolah Kapitalisme yang Licik menyinggung mengenai institusi pendidikan menyumbang dua jenis kaum intelektual: intelektual organik dan intelektual akademik.

Kaum intelektual organik yang dimaksud Paul yang punya peran penting dalam menyampaikan suara rakyat. Sebab, mereka tidak sekadar belajar teoritis seperti intelektual akademik namum mereka punya kedekatan langsung dengan masyarakat dan mengetahui penderitaan rakyat.

Sayangnya, insting mahasiswa dalam meyampaikan suara masyarakat kian tergerus. Dan salah satu penyebabnya tidak terlepas dari sistem pendidikan itu sendiri saat ini. Mahasiswa dituntut untuk tamat dalam beberapa tahun saja—saat ini maksimal 7 tahun. Ini menyebabkan mahasiswa tidak lagi bergairah untuk mengikuti organisasi. Padahal, dalam organisasi lah, mahasiswa diberikan pemahaman dan turun langsung untuk mencari akar kemelaratan masyarakat.

Orientasi mahasiswa saat ini berpatok pada kuliah, indek prestasi kumulatif yang tinggi, agar cepat wisuda. Walhasil, suara-suara rakyat pun terabaikan oleh pendidikan mereka. Mahasiswa memang manyadari perannya di masyarakat sesuai dengan tridarma perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Namun, secara tegas saya katakan pengabdian masyarakat dari mahasiswa sekadar formalitas untuk memenuhi nilai. Ya, memang pengabdian masyarakat bukan wadah untuk mendengarkan suara mereka.

Tidak hanya itu. demonstrasi kerap dijadikan wadah mahasiswa dalam meyampaikan aspirasinya kepada penguasa. Inilah yang akhirnya menjadi pagar. Mahasiswa saat ini sudah tidak semilitan terdahulu kita (mahasiswa—red). Kita tidak lagi kebal pada ancaman ‘diteror’, ‘diracun’, ‘diracun’, atau sekadar di-drop out karena menyampaikan kebenaran. Dan kita akan tetap terkurung dalam dunia perguruan tinggi jika tak berani besuara kawan.

Isu yang dibawakan oleh mahasiswa juga tak jarang yang berpotensi menjadi tunggangan partai politik. Bukannya menyampaikan aspirasi masyarakt malah demonstrasi mahasiswa menguntungkan oposisi. Sudah cukuplah berdemonstrasi karena ada partai politik di belakangmu. Sudah cukuplah berkoar ikut-ikutan karena uang Rp50.000 ataupun nasi bungkus.

Masih banyak suara rakyat yang harus kita analisis dan sampaikan pada penguasa. Perampasan lahan misalnya, pelanggaran hak asasi manusia yang tidak kunjung usai penangananya, ataupun masyarakat yang dibodoh-bodohi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Sebagai penyambung lidah masyarakat harusnya kita mahasiswa lebih kritis. Analisis mendalam harus dilakukan untuk mendapat solusi atas masalah rakyat. Ingat! Itu bukan hanya tugas legistlatif dan eksekutif, mahasiswa juga punya peran penting.

Jangan turun ke jalan jika kalian tidak punya analisis tentang klaim membawa suara rakyat! Contoh pendahulu kita. Salah satunya, Tan Malaka. Ia memberikan analisis mendalam mengenai permasalahan negaranya. Lalu memberikan rancanagan program proletar di Indonesia. Meski hingga ajal menjemput, programnya tidak diterapkan. Setidaknya dia punya analisi mendalam. Ketimbang saat ini, mahasiswa turun ke jalan, minta presiden di turunkan. Tapi, ketika ditanya apakah ada solusi, jawabannya, “Kita pikirkan itu nantu”.

Ya, kita harus sadar wan-kawan, sebagai mahasiswa, harusnya kita lebih dekat pada rakyat, dengarkan suara mereka. Bukan tugas kita untuk mengabulkan suara-suara mereka namun tugas kita untuk menyampaikannya pada penguasa bahwa mereka sedang tidak baik-baik saja. Kita tidak bisa sekadar mengharapka partai politik sebagai wadah aspirasi masyarakat.

Oleh: Adinda Zahra Noviyanti

Tags: #kebenaran#suaramahasiswa#suararakyat
Previous Post

Suara Mahasiswa Suara Rakyat

Next Post

SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

Related Posts

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

Londo Ireng dan Suara Kritis yang Dicurigai

by REDAKSI TEROPONG
6 August 2026
0

Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik dibalas dengan pelabelan, perhatian publik dapat bergeser dari persoalan yang...

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

Mengapa Kita Sulit Melahirkan Banyak Entrepreneur Muda?

by REDAKSI TEROPONG
7 July 2026
0

Indonesia memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, bonus demografi, kekayaan sumber daya...

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

Tambang Ilegal Subur, Negara Terus Kebobolan

by REDAKSI TEROPONG
31 May 2026
0

Sektor pertambangan selama ini menjadi salah satu penopang penting perekonomian Indonesia. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia sering disebut...

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

Museum Marsinah dan Ingatan yang Tak Boleh Hilang

by REDAKSI TEROPONG
19 May 2026
0

Museum sering dianggap sebagai tempat menyimpan benda-benda lama yang membosankan. Padahal, museum memiliki fungsi penting sebagai ruang penyimpan ingatan kolektif...

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Next Post
SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

SMARTPHONE MURAH DENGAN SPESIFIKASI TERBAIK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

UMSU Lepas 3747 Mahasiswa KKN 2022

UMSU Lepas 3747 Mahasiswa KKN 2022

4 years ago
Rektor UMSU Sambut Kunjungan APKASI

Rektor UMSU Sambut Kunjungan APKASI

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • PPK Ormawa HMJ EP Dorong Pengembangan Potensi Desa Mardinding Julu. 12 August 2026
    • Kontroversi Konten Kreator Jadi Momentum Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital 11 August 2026
    • Jawab Pertanyaan, Mahasiswa UMSU Bawa Pulang TV dari CFD Kampus 10 August 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In