Mahasiswa internasional asal Kamboja, Ari Saima, berpidato dalam bahasa Indonesia pada wisuda periode kedua 2026 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), setelah empat tahun menempuh studi Teknik Sipil, Kamis (29/10/2026).
Menurut Ari, kendala terbesar yang ia hadapi bukan perkuliahan, melainkan komunikasi sehari-hari. Kegelisahan itu sempat membuatnya meragukan pilihan jurusan.
“Matilah aku. Udah lah gak bisa bahasa Indonesia, jurusannya teknik sipil pula,” ujarnya.
Ia mengaku kerap berpura-pura paham saat berbincang dengan warga lokal. Logat Medan dan ritme bicara yang cepat membuatnya hanya bisa menanggapi dengan senyum. Lambat laun, ia mulai terbiasa dengan bahasa, budaya, dan makanan setempat.
Ari menegaskan, perjalanannya tidak mungkin terjadi tanpa dukungan kampus, termasuk beasiswa yang ia terima.
“Saya tidak akan sampai ke kota ini kalau bukan karena UMSU,” tuturnya.
Rasa terima kasih itu ia lanjutkan dengan harapan bagi almamaternya. Ari menyebut UMSU sebagai rumah kedua dan menitipkan doa untuk masa depannya.
“Saya akan selalu mendoakan agar rumah kedua saya ini UMSU terus maju dan menjadi kampus yang semakin unggul,” katanya.
Ari juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya, yang tidak dapat hadir langsung dan menyaksikan prosesi melalui siaran daring UMSU TV. Menutup pidato, ia menyelipkan pesan untuk rekan-rekan seangkatannya.
“Jangan lupa undang saya. Biar saya punya alasan untuk bilang kepada orang tua saya, saya mau ke Indonesia lagi,” ucapnya.
Tr: Nisa




















