Teropongdaily, Medan-Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Yulhasni, S.S., M.Si, menilai pembentukan Tim Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah strategis dari sisi komunikasi publik sekaligus bukti konsistensi janji politik pemerintahan baru, Rabu (05/11/2025).
Yulhasni menjelaskan, dari perspektif komunikasi publik, langkah ini menunjukkan keseriusan dan tata kelola yang terorganisir dalam pelaksanaan program unggulan nasional.
“Dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga lintas sektor, tim ini mengirimkan pesan bahwa Program MBG adalah prioritas nasional yang membutuhkan kerja sama terpadu. Ini menegaskan bahwa program tersebut tidak bisa dijalankan oleh satu instansi saja” ujarnya saat diwawancarai kru LPM Teropong.
Selain itu, Yulhasni menambahkan bahwa tim yang dibentuk melalui Keputusan Presiden (Keppres) juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat legitimasi dan akuntabilitas program MBG.
“Keberadaan tim koordinasi resmi yang diatur dalam Keputusan Presiden (Keppres) berfungsi sebagai instrumen komunikasi yang memperkuat legitimasi dan akuntabilitas program, menjauhkan persepsi bahwa program hanya merupakan janji politik tanpa mekanisme pelaksanaan yang jelas” jelasnya.
Terakhir Yulhasni juga menegaskan bahwa pembentukan Tim Koordinasi MBG merupakan perpaduan antara konsistensi janji politik dan strategi komunikasi pemerintahan baru.
“Program MBG adalah janji kampanye utama. Pembentukan tim koordinasi formal adalah wujud konkret dari komitmen politik untuk merealisasikan janji tersebut segera setelah pemerintahan terbentuk. Ini adalah tindakan nyata (sebagai bukti) yang mendukung pernyataan verbal (janji)” tutupnya.
Tr: Nur Kamila
Sumber Foto: antaranews





















