• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya

Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya

29 December 2022
Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa

13 May 2026
UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa

13 May 2026
Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa

13 May 2026

Apa itu Shundoku?

12 May 2026
Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Modal Mandiri Tak Halangi Tim UMSU Tampil di Kompetisi IoT MCC 2026 MCC 2026

12 May 2026
Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

Berawal dari Riset Pascabanjir, Tim UMSU Raih Prestasi di Ajang Everest USU

12 May 2026
Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

Mahasiswa UMSU Claudio Bersama PSS Sleman promosi ke liga 1

10 May 2026
Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

Rico Tri Putra Bayu Waas Tutup Medan Coding Competition 2026 di UMSU

10 May 2026
BRIDA dan UMSU Apresiasi Kolaborasi Medan Coding Competition 2026

BRIDA dan UMSU Apresiasi Kolaborasi Medan Coding Competition 2026

10 May 2026
FKIP UMSU Gelar Pelatihan Administrasi Gabungan, Perkuat Profesionalisme Ormawa

FKIP UMSU Gelar Pelatihan Administrasi Gabungan, Perkuat Profesionalisme Ormawa

10 May 2026
Legalitas Jadi Tantangan, Akademisi Soroti Fenomena Standar Ganda dalam “Homeless Media”

Legalitas Jadi Tantangan, Akademisi Soroti Fenomena Standar Ganda dalam “Homeless Media”

10 May 2026
UMSU dan IWAPI Gelar Talkshow Digital dalam Rangkaian MCC 2026

UMSU dan IWAPI Gelar Talkshow Digital dalam Rangkaian MCC 2026

10 May 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 13 May 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya

by REDAKSI TEROPONG
29 December 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya
0
SHARES
60
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan- Benar kata Bang Haji Rhoma Irama, “darah muda, darahnya para remaja”. Sudah naluriahnya seperti itu. Laiknya para remaja, jiwanya pasti membara dan menggebu-gebu. Mentalitas “senggol-bacok” pun tertanam dalam-dalam di sanubari. Yang salah ditentang, yang kurang ajar dihajar, yang melawan sudah pasti dihantam. Jadi jangan heran kalau para remaja terkesan bebal dan melawan. Memang itulah salah satu fase hidup yang bakal mereka lalui sebelum akhirnya bertambah dewasa dan menjadi lebih bijaksana. Kita semua begitu: kau, aku, dan mereka, kita pasti pernah merasa serupa.

Namun kenaifan tidak hanya berhenti di situ saja. Drama kebodohan, keegoisan, dan keras kepala remaja masih akan terus berlanjut. Puncaknya adalah sampai mereka ingin mengubah dunia sebab ketidakberesan dan keculasannya. Berpikir bahwa semua ketidakberesan, ketidakadilan, dan keculasan hanya bisa dibereskan oleh dirinya. Mentalitas ingin “mengubah dunia”, rasa optimisme, dan merasa “bisa” melakukan segalanya pun tumbuh mekar di dirinya.

RelatedPosts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Aku pun dulu pernah merasa seperti itu. Tapi itu dulu. Sampai akhirnya aku sadar, tepatnya ketika menginjak umur 20, bahwa semua itu tidak lebih dari keegoisan dan kenaifanku seorang. Di fase hidupku saat ini, percayalah, impian untuk mengubah dunia, membereskan segala keculasan, ketidakadilan, dan ketidakberesan yang terjadi di dunia, semuanya sirna sudah. Tidak ada lagi Rizali yang ingin mengubah dunia atau merasa bisa melakukan segalanya. Yang sekarang tersisa dariku hanyalah harapan bahwa suatu hari, kelak sebelum aku mati, aku adalah manusia yang berguna.

Aku paham. Perasaan merasa “penting” dan bisa “mengubah dan melakukan segalanya” yang hadir ketika kita masih muda, itu semua hanyalah ambisi yang muncul akibat kisah-kisah heroik yang kita konsumsi. Misal, kisah tentang seorang manusia biasa yang tiba-tiba berubah menjadi super hero laba-laba yang menyelamatkan dunia, atau kisah tentang seorang penjaga warnet yang dengan usaha dan kegigihannya bisa mendirikan perusahaan unicorn yang hari ini kita kenal sebagai Tokopedia.

Berkat kisah-kisah heroik tersebut, kau pun mulai berambisi dan bermimpi bahwa kau harus menjadi salah satunya. Harus jadi orang yang berbeda, harus unik, harus jadi anti mainstream. Kalau orang berbondong-bondong ingin masuk surga, kau justru sebaliknya, ingin tetap tinggal di dunia sambil menikmati sengkarut yang ada. Kau keliru. Dewasa ini, semua orang ingin menjadi “berbeda”, namun mereka lupa ketika semua orang ingin menjadi “berbeda” yang ada justru mereka semua jadi terlihat “sama”. Lalu apa gunanya ingin menjadi “anti mainstream” kalau ujung-ujungnya malah jadi “mainstream”? Inilah kontradiktif yang sesungguhnya Tuan dan Nyonya.

Itulah sebabnya mengapa aku melupakan mimpiku yang lama. Aku ingin kehidupan yang biasa. Tidak ada lagi keinginan untuk menjalani kehidupan heroik yang penuh pengorbanan dan kebermanfaatan. Semuanya berubah menjadi kehidupan yang sederhana namun sarat makna.

Yang kuinginkan sekarang jauh lebih sederhana. Pagi ngantar istri, lalu pulang minum teh atau kopi, dilanjut beres-beres mandi, lalu pergi mengajar. Siangnya pulang, jemput anak, lalu lanjut istirahat makan siang. Sore jemput istri pulang dari kerja, lanjut malamnya kembali bekerja, dan ketika menjelang akan tidur aku ingin membaca. Lalu pergi mendaki gunung ketika akhir pekan. Kehidupan biasa seperti inilah yang kini kudamba-dambakan. Tidak ada lagi kehidupan yang ribet dan menyusahkan laiknya pahlawan.

Terlihat remeh dan membosankan bukan? Namun kehidupan ideal yang kukatakan sebelumnya muncul sebagai anti tesis dari kehidupan masa mudaku yang ingin mengubah dunia.

Ketika masih muda, mungkin kau bercita-cita ingin mengubah dunia. Kau lagi-lagi lupa. Padahal Group Band paling terkenal di Inggris, OASIS, pernah mengingatkan kita dalam liri lagu Don’t Look Back in Anger, “So i start a revolution from my bed”. Secara tidak langsung mereka mengatakan kepada kita semua bahwa semua perubahan, revolusi, yang kau agung-agungkan, semuanya bermula dari tempat tidur—dari mimpi-mimpi ketika kau tidur—jadi, BANGUNLAH HEI KAWAN! KEINGINANMU MENGUBAH DUNIA HANYALAH SEKEDAR MIMPI BELAKA! Semuanya akan remuk redam, hilang, ketika dihantam realita.

Aku tidak ingin mendiskreditkan kalian, anak muda, yang memiliki cita-cita mulia ingin mengubah dunia. Pasti ada orang yang berhasil mengubah dunia. Mungkin dari 1 juta orang, hanya 10 orang yang berhasil mewujudkan mimpinya mengubah dunia, sementara sisanya sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh (9.999.990) orang lainnya hanya akan menjalani hidup jauh dari apa yang diimpikan dan diekspektasikan. Aku yakin pasti ada orang yang bisa mengubah dunia namun tidak untuk melakukan segalanya. Itu ranah Tuhan bukan manusia.

Kau tidak harus mengubah dunia sebab satu-satunya yang harus diubah di dunia ini adalah dirimu sendiri. Untuk apa mengubah dunia jika hidupmu nyatanya masih berantakan? Ubahlah dirimu terlebih dahulu, pelan namun pasti, dunia yang menurutmu penuh ketidakadilan, ketidakberesan, dan keculasan pasti akan turut berubah mengikuti. Namun kita tidak tahu harus sampai kapan merubah diri dan kapan semua itu selesai. Urusan itu kembalikan saja pada takdir dan waktu. Biarkan garis takdir dan ruang waktu yang menentukan.

Sekali lagi. Bermimpilah secukupnya meskipun Presiden kita, Soekarno, pernah bilang, “Bermimpilah setinggi langit lalu jatuh di antara bintang-bintang”. Itu ucapan beliau ketika masih menjadi Presiden, tentunya hal tersebut tidak relevan bagimu anak muda yang hanya seorang mahasiswa biasa.

Berhentilah membaca quotes-quotes positif sebab perubahan signifikan yang terjadi dalam hidup justru datang dari kesialan, kesulitan dan kesusahan hidup yang dialami. Dari omongan julid para tetangga, makian orang-orang yang menganggap remeh dirimu, dari sana lah semua pelajaran dan kedewasaan hidup dapat diraih.

Berhentilah merasa bisa melakukan segalanya karena masih muda apalagi kalau sampai berpikir bisa mengubah dunia. Get a life. Semua orang punya kapasitas dan batas. Sadarlah. Satu-satunya yang harus kau ubah adalah dirimu sendiri bukan dunia! Mungkin kau bisa mengubah dunia namun tidak untuk melakukan semuanya. Itu ranah Tuhan bukan manusia.

Tr : Rizali Rusydan
Sumber foto : facebook

Previous Post

2022

Next Post

HMJ Kesos Gelar Pelantikan Kepengurusan Periode 2022/2023

Related Posts

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

Ketergantungan Gadget, Matinya Daya Pikir Kritis

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Di era digital saat ini, gadget telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Hampir setiap aktivitas bergantung pada...

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

Magang: Jembatan Karier atau Kedok Eksploitasi Tenaga Kerja?

by REDAKSI TEROPONG
30 April 2026
0

Narasi bahwa magang adalah cara terbaik untuk mencari pengalaman kerja sebelum lulus masih kuat di lingkungan kampus. Kalimat seperti “tidak...

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

Tabrakan Berantai di Rel: Alarm Keras dari Kelalaian yang Terstruktur

by REDAKSI TEROPONG
29 April 2026
0

Kecelakaan tragis yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL yang berhenti di Stasiun Bekasi Timur pada senin malam,...

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

Mitos Kerja Keras: Benarkah Usaha Saja Sudah Cukup untuk Menjamin Kesuksesan

by REDAKSI TEROPONG
25 April 2026
0

Mitos bahwa kerja keras pasti berujung pada kesuksesan masih sering kita dengar, terutama di lingkungan kampus dan dunia kerja. Kalimat...

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

Perang Iran dan Alarm Krisis Energi Dunia

by REDAKSI TEROPONG
5 April 2026
0

Perang Iran kembali menegaskan bahwa pasar minyak dunia masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian geopolitik. Konflik ini tidak hanya berdampak pada...

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

PP TUNAS dalam Darurat Ruang Digital

by REDAKSI TEROPONG
4 April 2026
0

Ruang digital Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Jutaan anak mengakses internet tanpa batas dan minim pengawasan. Data Kementerian Kesehatan mencatat,...

Next Post
HMJ Kesos Gelar Pelantikan Kepengurusan Periode 2022/2023

HMJ Kesos Gelar Pelantikan Kepengurusan Periode 2022/2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

5 ALASAN ONE PIECE MENJADI ANIME TERBAIK SEPANJANG MASA

Naikkan Level Diri Dengan Melakukan Kegiatan ini

3 years ago

5 Manfaat Mengucapkan Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illa Billah

7 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Pusat Bahasa UMSU Gelar Sunset Talk Tingkatkan Public Speaking Mahasiswa 13 May 2026
    • UMSU–Temasek Polytechnic Exchange Perkuat Wawasan Global Mahasiswa 13 May 2026
    • Hari POM-TNI Jadi Pengingat Pentingnya Disiplin bagi Mahasiswa 13 May 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In