• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya

Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya

29 December 2022
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Monday, 9 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya

by REDAKSI TEROPONG
29 December 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Berhentilah Berpikir Bahwa Kau adalah Segalanya
0
SHARES
56
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan- Benar kata Bang Haji Rhoma Irama, “darah muda, darahnya para remaja”. Sudah naluriahnya seperti itu. Laiknya para remaja, jiwanya pasti membara dan menggebu-gebu. Mentalitas “senggol-bacok” pun tertanam dalam-dalam di sanubari. Yang salah ditentang, yang kurang ajar dihajar, yang melawan sudah pasti dihantam. Jadi jangan heran kalau para remaja terkesan bebal dan melawan. Memang itulah salah satu fase hidup yang bakal mereka lalui sebelum akhirnya bertambah dewasa dan menjadi lebih bijaksana. Kita semua begitu: kau, aku, dan mereka, kita pasti pernah merasa serupa.

Namun kenaifan tidak hanya berhenti di situ saja. Drama kebodohan, keegoisan, dan keras kepala remaja masih akan terus berlanjut. Puncaknya adalah sampai mereka ingin mengubah dunia sebab ketidakberesan dan keculasannya. Berpikir bahwa semua ketidakberesan, ketidakadilan, dan keculasan hanya bisa dibereskan oleh dirinya. Mentalitas ingin “mengubah dunia”, rasa optimisme, dan merasa “bisa” melakukan segalanya pun tumbuh mekar di dirinya.

RelatedPosts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Aku pun dulu pernah merasa seperti itu. Tapi itu dulu. Sampai akhirnya aku sadar, tepatnya ketika menginjak umur 20, bahwa semua itu tidak lebih dari keegoisan dan kenaifanku seorang. Di fase hidupku saat ini, percayalah, impian untuk mengubah dunia, membereskan segala keculasan, ketidakadilan, dan ketidakberesan yang terjadi di dunia, semuanya sirna sudah. Tidak ada lagi Rizali yang ingin mengubah dunia atau merasa bisa melakukan segalanya. Yang sekarang tersisa dariku hanyalah harapan bahwa suatu hari, kelak sebelum aku mati, aku adalah manusia yang berguna.

Aku paham. Perasaan merasa “penting” dan bisa “mengubah dan melakukan segalanya” yang hadir ketika kita masih muda, itu semua hanyalah ambisi yang muncul akibat kisah-kisah heroik yang kita konsumsi. Misal, kisah tentang seorang manusia biasa yang tiba-tiba berubah menjadi super hero laba-laba yang menyelamatkan dunia, atau kisah tentang seorang penjaga warnet yang dengan usaha dan kegigihannya bisa mendirikan perusahaan unicorn yang hari ini kita kenal sebagai Tokopedia.

Berkat kisah-kisah heroik tersebut, kau pun mulai berambisi dan bermimpi bahwa kau harus menjadi salah satunya. Harus jadi orang yang berbeda, harus unik, harus jadi anti mainstream. Kalau orang berbondong-bondong ingin masuk surga, kau justru sebaliknya, ingin tetap tinggal di dunia sambil menikmati sengkarut yang ada. Kau keliru. Dewasa ini, semua orang ingin menjadi “berbeda”, namun mereka lupa ketika semua orang ingin menjadi “berbeda” yang ada justru mereka semua jadi terlihat “sama”. Lalu apa gunanya ingin menjadi “anti mainstream” kalau ujung-ujungnya malah jadi “mainstream”? Inilah kontradiktif yang sesungguhnya Tuan dan Nyonya.

Itulah sebabnya mengapa aku melupakan mimpiku yang lama. Aku ingin kehidupan yang biasa. Tidak ada lagi keinginan untuk menjalani kehidupan heroik yang penuh pengorbanan dan kebermanfaatan. Semuanya berubah menjadi kehidupan yang sederhana namun sarat makna.

Yang kuinginkan sekarang jauh lebih sederhana. Pagi ngantar istri, lalu pulang minum teh atau kopi, dilanjut beres-beres mandi, lalu pergi mengajar. Siangnya pulang, jemput anak, lalu lanjut istirahat makan siang. Sore jemput istri pulang dari kerja, lanjut malamnya kembali bekerja, dan ketika menjelang akan tidur aku ingin membaca. Lalu pergi mendaki gunung ketika akhir pekan. Kehidupan biasa seperti inilah yang kini kudamba-dambakan. Tidak ada lagi kehidupan yang ribet dan menyusahkan laiknya pahlawan.

Terlihat remeh dan membosankan bukan? Namun kehidupan ideal yang kukatakan sebelumnya muncul sebagai anti tesis dari kehidupan masa mudaku yang ingin mengubah dunia.

Ketika masih muda, mungkin kau bercita-cita ingin mengubah dunia. Kau lagi-lagi lupa. Padahal Group Band paling terkenal di Inggris, OASIS, pernah mengingatkan kita dalam liri lagu Don’t Look Back in Anger, “So i start a revolution from my bed”. Secara tidak langsung mereka mengatakan kepada kita semua bahwa semua perubahan, revolusi, yang kau agung-agungkan, semuanya bermula dari tempat tidur—dari mimpi-mimpi ketika kau tidur—jadi, BANGUNLAH HEI KAWAN! KEINGINANMU MENGUBAH DUNIA HANYALAH SEKEDAR MIMPI BELAKA! Semuanya akan remuk redam, hilang, ketika dihantam realita.

Aku tidak ingin mendiskreditkan kalian, anak muda, yang memiliki cita-cita mulia ingin mengubah dunia. Pasti ada orang yang berhasil mengubah dunia. Mungkin dari 1 juta orang, hanya 10 orang yang berhasil mewujudkan mimpinya mengubah dunia, sementara sisanya sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh (9.999.990) orang lainnya hanya akan menjalani hidup jauh dari apa yang diimpikan dan diekspektasikan. Aku yakin pasti ada orang yang bisa mengubah dunia namun tidak untuk melakukan segalanya. Itu ranah Tuhan bukan manusia.

Kau tidak harus mengubah dunia sebab satu-satunya yang harus diubah di dunia ini adalah dirimu sendiri. Untuk apa mengubah dunia jika hidupmu nyatanya masih berantakan? Ubahlah dirimu terlebih dahulu, pelan namun pasti, dunia yang menurutmu penuh ketidakadilan, ketidakberesan, dan keculasan pasti akan turut berubah mengikuti. Namun kita tidak tahu harus sampai kapan merubah diri dan kapan semua itu selesai. Urusan itu kembalikan saja pada takdir dan waktu. Biarkan garis takdir dan ruang waktu yang menentukan.

Sekali lagi. Bermimpilah secukupnya meskipun Presiden kita, Soekarno, pernah bilang, “Bermimpilah setinggi langit lalu jatuh di antara bintang-bintang”. Itu ucapan beliau ketika masih menjadi Presiden, tentunya hal tersebut tidak relevan bagimu anak muda yang hanya seorang mahasiswa biasa.

Berhentilah membaca quotes-quotes positif sebab perubahan signifikan yang terjadi dalam hidup justru datang dari kesialan, kesulitan dan kesusahan hidup yang dialami. Dari omongan julid para tetangga, makian orang-orang yang menganggap remeh dirimu, dari sana lah semua pelajaran dan kedewasaan hidup dapat diraih.

Berhentilah merasa bisa melakukan segalanya karena masih muda apalagi kalau sampai berpikir bisa mengubah dunia. Get a life. Semua orang punya kapasitas dan batas. Sadarlah. Satu-satunya yang harus kau ubah adalah dirimu sendiri bukan dunia! Mungkin kau bisa mengubah dunia namun tidak untuk melakukan semuanya. Itu ranah Tuhan bukan manusia.

Tr : Rizali Rusydan
Sumber foto : facebook

Previous Post

2022

Next Post

HMJ Kesos Gelar Pelantikan Kepengurusan Periode 2022/2023

Related Posts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Rindu dalam Diam

KUHP Baru: Antara Pembaruan Hukum dan Tantangan Kebebasan Sipil

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Sejak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi diberlakukan pada awal 2026, Indonesia memasuki fase baru dalam sistem hukum...

Next Post
HMJ Kesos Gelar Pelantikan Kepengurusan Periode 2022/2023

HMJ Kesos Gelar Pelantikan Kepengurusan Periode 2022/2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Selamat Hari Raya Idul Adha

Selamat Hari Raya Idul Adha

4 years ago

Kuliah Umum Bersama Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi

6 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In