Media internasional asal Inggris, The Economist, menyoroti arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui artikel berjudul “Indonesia is on a risky path”. Artikel tersebut ramai diperbincangkan publik setelah diunggah melalui akun Instagram resmi The Economist dan menyinggung kondisi ekonomi hingga demokrasi Indonesia saat ini.
Dalam artikel itu, The Economist menilai Indonesia tengah menghadapi tantangan besar di bawah pemerintahan baru. Media tersebut menyoroti kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap semakin memperbesar peran negara dalam pengelolaan sektor strategis, termasuk ekspor sumber daya alam. Menurut mereka, langkah tersebut dapat memengaruhi stabilitas fiskal dan iklim investasi di Indonesia.
Pemerintah Indonesia sebelumnya memang menyampaikan rencana penguatan kontrol negara terhadap komoditas penting seperti nikel, batu bara, dan kelapa sawit. Presiden Prabowo menyebut langkah itu bertujuan meningkatkan penerimaan negara serta memastikan kekayaan alam Indonesia tidak terus menguntungkan pihak asing. Kebijakan tersebut juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional.
Meski demikian, sejumlah pengamat internasional menilai kebijakan yang terlalu terpusat berpotensi menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Reuters melaporkan bahwa pasar mulai memperhatikan arah kebijakan fiskal pemerintah, terutama terkait rencana belanja negara dan perluasan peran badan usaha milik negara dalam sektor ekonomi strategis.
Selain sektor ekonomi, The Economist juga menyinggung kondisi demokrasi Indonesia. Mereka menilai adanya kecenderungan konsentrasi kekuasaan yang semakin kuat setelah pemilu 2024. Sorotan juga diarahkan pada semakin besarnya pengaruh elite politik dan militer dalam pemerintahan, yang dinilai dapat memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa berbagai kebijakan yang diambil tetap berorientasi pada kepentingan rakyat dan pembangunan nasional. Pemerintah juga menyatakan Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi yang terkendali, dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur.
Sorotan dari media internasional ini kemudian memicu beragam respons di media sosial. Sebagian masyarakat menilai kritik tersebut sebagai bentuk perhatian dunia terhadap arah Indonesia ke depan. Namun tidak sedikit pula yang menganggap penilaian The Economist terlalu dini karena pemerintahan Prabowo masih berada pada tahap awal pelaksanaan program kerja.
Hingga kini, pembahasan mengenai arah ekonomi dan demokrasi Indonesia di era pemerintahan Prabowo masih menjadi perhatian publik, baik di dalam negeri maupun internasional. Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan demokrasi tetap berjalan secara sehat di tengah berbagai tantangan global.
Tr: Rifky





















