Ia dulu pulang padaku,
dengan mata letih dan cerita penuh,
kini jejaknya berbelok arah—
menuju perempuan lain yang lebih sunyi.
Tangannya yang dulu erat menggenggam,
kini sibuk merajut mimpi dengan orang asing.
Namaku tak lagi dipanggil lembut,
diganti tawa yang bukan milikku.
Aku masih di sini,
di antara kenangan yang enggan gugur,
sementara ia sudah jadi milik waktu lain,
dan hatiku…
belum juga selesai kehilangan.
Tr: Diva Syaila
Sumber Foto: Pinterest






















