• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Putri Mahkota Lebam

Putri Mahkota Lebam

17 February 2021
Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

19 March 2026
Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

18 March 2026
Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

17 March 2026
Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

18 March 2026
Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

17 March 2026
Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

17 March 2026
UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

15 March 2026
Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

14 March 2026
Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

14 March 2026
UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

12 March 2026
Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

12 March 2026
Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

12 March 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Wednesday, 25 March 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Sastra

Putri Mahkota Lebam

by REDAKSI TEROPONG
17 February 2021
in Sastra
Reading Time: 6 mins read
0
Putri Mahkota Lebam
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kesepakatan untuk melanjutkan generasi penerus kerajaan dilakukan Desa Sakuji pada tahun 1996. Udara dingin yang menyelimuti kota Sakuji pada pertengahan bulan januari. Glummy Qiyoko seorang gadis mungil telah lahir dengan rambut yang tipis dan mata biru yang di turunkan oleh suku fami di Desa Sakuji. Kelahirannya membawa keceriaan dan kehangatan. Namun Ibunya mengetahui bahwa Glummy adalah anak yang spesial ia memiliki bentuk yang aneh pada lengannya seperti bentuk mahkota yang belum sempurna dan sedikit berwarna lebam biru.

Singkat cerita 17 tahun berlalu. Glummy tumbuh dengan baik dan cantik. Rambutnya yang tipis kian tumbuh dengan lebat dan selalu terurai di badan mungilnya tak lupa bando kura kura yang selalu menempel dikepalanya. Memasuki usia dimana ia sudah remaja. Di Desa Sakuji anak anak tidak di wajibkan sekolah formal namun ada sekolah khusus anak anak yang tidak ikut dalam pembelajaran formal. Desa sakuji menyediakan 1 gedung Hujan untuk pembelajaran anak anak desa. Ayah dan Ibu Glummy memilih ia di sekolahkan di gedung Hujan.

RelatedPosts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

Rindu dalam Diam

Selama ia menjalani sekolah, Glummy dikenal dengan anak yang ramah. Perlakuan teman temannya sangat baik kepadanya meski selalu ada saja yang bertanya ada apa dengan tangannya. 

Suatu hari ketika ia berjalan menuju gedung Hujan.

Bruk*……

Glummy menabrak seorang anak lelaki yang entah dari mana ia tak melihatnya. Tingginya sekitar 170 cm, dengan rambut berwarna putih dan hidung yang mancung membuat Glummy yang berdiri kaku tak memalingkan mata dari sosok lelaki itu. 

Glummy : ” Maaf…saya tidak melihatmu.”

Heiko : ” Tidak apa apa, aku Heiko. ” Sambil menjulurkan tangannya yang terlihat besar serta senyum tipis di wajahnya.

Glummy : ” Glummy….

“mengulurkan tangan dan saat itu Glummy merasakan ada yang berbeda pada lengannya. Terasa seperti terbakar yang ia rasakan, cepat cepat ia melepaskan tangan Heiko darinya.

Glummy : ” Heiko, aku permisi.

Heiko :    menarik tangan Glummy* ‘’Tunggu….

Glummy :    melepaskan tangan Heiko. ” Ada apa? Jangan sentuh lenganku.”

Heiko : ” Sudah sempurna kah mahkota di lenganmu itu? 

Glummy : “Apa maksudmu? Bagaimana kau tau?

Heiko : ” Boleh kita berbicara sebentar? 

Glummy : “Tidak. Aku mau sekolah. 

Heiko : ” Aku tunggu setelah pulang sekolah di taman Gedung Hujan.

Glummy yang tak mengucapkan sepatah katapun pergi berjalan meninggalkan Heiko menuju sekolah. Di sekolah ia tampak tak tenang dan terus bertanya siapa sebenarnya lelaki itu. Jam telah menunjukkan waktu pembelajaran telah selesai. Anak anak keluar beramai ramai melihat Heiko yang sedang berada di taman.

Glummy :   Mau apa sih dia? * Bergumam dalam hati. 

Dengan niat menghindari Heiko, Glummy mempercepat langkahnya, tetapi ia gagal.

Heiko : ” Hei Hei… gadis bando kura kura.

Glummy : ” aa.. iyaa.” 

Heiko : ” Baiklah semuanya kalian boleh meninggalkan kami berdua?

Tatkala itu ssmua anak anak pergi dari taman dan hanya mereka berdua dan beberapa anak kecil yang sedang bermain layangan.

Heiko :  “Glummy, tempatmu bukan disini.

Glummy : ” Apa maksudmu? 

Heiko : “Mungkin ini terdengar sangat mengejutkan untuk kau dengar. Tapi sebenarnya kau adalah anak seorang ratu desa ini. Ratu Moera dan Raja Saqi adalah orang tuamu. Ratu Moera tidak bisa mempunyai anak dalam rahimnya dikarenakan penyakit berbahaya. Mbah Senya hanya tempat menitipkan kau didalam rahimnya. Sesuai dengan perjanjian ketika kau berumur 17 tahun kau akan di angkat ke dalam Istana. Mahkota lebam yang ada di tanganmu akan sempurna ketika kau sudah bersama ayah dan ibumu yang asli. Dan dengan mahkota itu kau bisa menyuburkan segala tanaman, dan membuat desa kita menjadi desa yang maju. Mungkin ini menyakitimu. Tapi aku ingin memberimu waktu.

Glummy : ” Tidak mungkin! Mbah Senya adalah ibuku. 

Dengan berurai air mata Glummy berlari pulang menuju rumah dan mencari Mbah Senya

Glummy : “Ibuu, kenapa Ibuk ga pernah beri tau Glummy kalau sebenarnya Ibuk hanya tempat menitipkan Glummy. Glummy ga mau bu, Ibu tetap Ibu Glummy.

Mbah Senya : “Dengan terkejut dalam hati mbah Senya berkata” apakah ini harinya Glummy pergi dariku? Ajudan Heiko sudah datang? Dengan menitikkan air mata. “Glummy sayang, maafkan ibu ya sayang, ini demi kebaikan Glummy dan keluarga Glummy. 

Glummy : “Enggak, semuanya bohong ibu ini tidak mugkin”

Sambil memeluk Glummy yang menangis di dekapannya Mbah Senya melihat mahkota itu hampir berbentuk sempurna ia rasa ini sudah waktunya. 

Mbah Senya : Glummy, kamu adalah Putri Glummy kamu adalah anak dari Ratu Moera kamu putri yang cantik, ibuk yakin kamu pasti bisa menjalani kehidupan kamu dengan membantu orang lain di desa ini. 

Saat pembicaraan mereka, Heiko yang sedang menunggu di depan pintu rumah tak kuasa menahan tangis. 

Ajudan Heiko masuk untuk membawa Putri Glummy.

Heiko : Dengan rasa hormat, Mbah Senya dan Pak Muldoko, saya izin membawa Putri Glummy ke istana. Saya membawa gulungan putih dari Ratu Moera dan Raja Saqi sebagai ucapan terimakasih untuk 17 tahun membesarkan Putri Glummy Qiyoko.

Dengan suasana haru dan Glummy yang terpaksa lepas dari dekapan Mbah Senya. Berat langkahnya untuk pergi meninggalkan orang tua, rumah dimana ia dibesarkan. 

Kereta kuda dengan berlapiskan emas, kendaraan yang membawa Glummy ke Istana Kerajaan Desa Sakuji. Ia turun dan melangkahkan kakinya di karpet merah dan di sambut dengan banyak ajudan Istana serta bunga yang bertebaran di atas karpet merah tersebut. Sampailah ia di ruangan Ratu Moera Ibunya dan Raja Saqi Ayahnya.

Glummy : ” Dengan Hormat, Ratu Moera dan Raja Saqi, Saya Glummy Qiyoko.

Ratu Moera : ” Anakku” 

Glummy : ” Saya ingin membicarakan sesuatu, bahwasannya kesepakatan dahulu yang baru saya ketahui membuat saya terkejut dan izinkan saya melampirkan beberapa permohonan. Saya ingin Mbah Senya dan Pak Muldoko tinggal do istana.

Ratu Moera : ” Tapi…”

Raja Saqi menghentikan respon istrinya. Dan menerima permohonan Glummy.

Raja Saqi : ” Anakku, maafkan ayah untuk segalanya ibu mengalami sakit nak, Ayah sepakat untuk menitipkan kamu pada orang kepercayaan ayah Mbah Senya.

Glummy : ” Baik raja, sudah saya dengar semuanya terimakasih.

Raja Saqi :” Bolehkah kami mendengar kamu memanggil kami ayah dan ibu.

Glummy : ” Baik Ayah Ibu..

Dengan tersenyum Raja dan Ratu telah bersatu dengan putrinya. Serta Mbah Senya dan Pak Muldoko juga ikut bahagia. Glummy di angkat menjadi Putri Mahkota di Desa Sakuji. Ia menjadi kebanggaan rakyat Sakuji berakatnya semua tanaman subur dan rakyat sejahtera. Mahkota tersebut telah sempurna.

Sumber foto : kibrispdr.org

Tr : Deny Trinita

Tags: #cerpen#duniasastra#lpmteropong#persmaumsu#putrimahkota#teropongonline
Previous Post

Bio Farma Membuat Vaksin Covid-19 dan BPOM mengeluarkan Izin Daruratnya

Next Post

Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama Yang Berasal Dari Indonesia

Related Posts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Aku belajar kehilangan, dari caramu tetap tinggal, meski tak lagi bernama pulang. Waktu berjalan seperti hujan, jatuh perlahan di bahu...

Iram Dzāt al-‘Imād, Kota Kuno Kaum ‘Ād yang Hilang dan Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

by REDAKSI TEROPONG
14 January 2026
0

Kita tidak bertengkar, tidak juga saling pergi dengan pintu yang dibanting, dan tak ada kata “selesai” yang sempat kita ucapkan...

Rindu dalam Diam

Rindu dalam Diam

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Aku menyebut namamu pelan dalam hati. Rindu datang tanpa pernah kuundang. Tak ada pesan yang berani kukirim. Aku memilih diam,...

Sambut Tahun Baru, KAI Divre 1 Sumatera Tebar Diskon 30 Persen

Yang Katanya “Rumah” Itu…

by REDAKSI TEROPONG
31 December 2025
0

Rumah yang dulu penuh cahaya, Kini hampa, tak ada lagi tawa. Dinding-dinding bisu menyimpan luka, Semua terjadi di luar bayanganku....

‎UMK Medan 2026 Naik Delapan Persen, Warga Medan Nilai Kenaikan Cukup

Ibu

by REDAKSI TEROPONG
22 December 2025
0

Ibu Di pagi yang selalu lebih dulu bangun, kau titipkan doa pada air dan cahaya. Tak pernah kau hitung lelah,...

Antara Solidaritas dan Regulasi: Polemik Penggalangan Dana Tanpa Izin

Menggenggam Diri

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2025
0

Tak ada podium, Saat memilih bertahan. Tak ada sorak, Ketika keinginan menyerah, Berhasil diredam. Belajar memimpin, Tanpa menunjuk siapa pun,...

Next Post
Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama Yang Berasal Dari Indonesia

Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama Yang Berasal Dari Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Surat Edaran Pelaksanaan Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Selama PTM

Surat Edaran Pelaksanaan Kegiatan Organisasi Kemahasiswaan Selama PTM

3 years ago
Hari Terakhir Almamater 6, Bahas Metode Peliputan Investigasi

Hari Terakhir Almamater 6, Bahas Metode Peliputan Investigasi

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu 19 March 2026
    • Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara 18 March 2026
    • Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan 17 March 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In