Mataku telah berbinar-binar saat menantapnya
dan aku tertegun-tegun untuk melihatnya
aku lebih menyukai melihatmu di keheningan malam
membiarkan rasa kantuk itu terus menjelma
Aku sangat menikmati kesendirian itu pada keheningan malam
sampai aku tersadar suara seruan telah berkumandang
menandakan Semesta telah memanggil agar meninggalkan semua yang dilakukan dan akhirnya kau meninggalkan semuanya dan bergegas untuk menghadapNYA
Sampailah rembulan berganti fajar
aku mulai gelisah gak karuan
buku putih itu seakan berkata
kau tak perlu menatapku terus-terusan
Karena kau hanya butuh pahami aku
tapi itu tidak seperti yang kau bayangkan, aku akan terus tetap menatapmu
sampai kau ter otak di pikiranku
hingga akhirnya aku bisa bilang bahwa aku telah memahamimu bahkan aku terpikat denganmu.
Oleh : Ummu Amnah


















