• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok

Perang Aku

29 November 2019
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Monday, 9 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Sastra

Perang Aku

by REDAKSI TEROPONG
29 November 2019
in Sastra
Reading Time: 3 mins read
0
0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp


RelatedPosts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

Rindu dalam Diam

 “Udah gak usah! Gak penting banget,” sebelah kiri berseru.

 “Apanya yang tidak penting, itu penting banget kalau gak dilakukan kau mau jadi apa?” sebelah kanan berteriak lembut.

“Shit … Bisa diam gak?” Aku berteriak di keheningan. Cat putih di dinding-dinding ini, menyaksikan pertengkaran kami.

Aku menghela napas, mereka selalu saja bergaduh. Bukannya membantuku memutuskan suatu hal, malah membuatku semakin bingung.

             “Aku tetap melakukannya, sepertinya sebentar tidak butuh waktu lama,” kalimatku terdengar seperti memihak pada sebelah kanan.

             “Bodoh! Mau-maunya ditipu daya sama bungkus marketing,” sebelah kiri berseru lebih tepatnya mengumpat. Tidak terima atas keputusanku.

Mencoba tidak mendengar dan menghiraukan sebelah kanan. Tidak bisa, beberapa menit kemudian, aku kepikiran. Benar juga umpatannya. Bagaimana kalau aku akan ditipu? Toh, aku pun tidak tau jelas arahnya ke mana. Bisa saja kan, setelah kulakukan. Hasil milikku, mereka perjual belikan dengan seenaknya. Aku tidak akan bisa menuntut jika itu terjadi.

 “Jangan dengarkan! Lakukan aja. Toh, kalau niatnya baik akan berujung baik. Bukan kau percaya itu,” sebalah kanan mematahkan kemungkinan-kemungkinan yang berkecamuk. 

“Tapi,” sebelah kiri mulai bersuara lagi.

Aku mengepal tangan mulai kesal. Argh, tak selesai-selesai jika harus berdebat seperti ini. Akhirnya harus kuakhiri, gak boleh goyah lagi. Lakukan atau tidak? Hanya itu saja pilihannya.

            “Oke, aku tetap lakukan. Persetan dengan tipu-tipu nantinya. Toh, aku bisa membuat yang lebih lagi. Sudah cukup jangan berkomentar lagi!” gumamku.

Aku mulai membuka laptop di depan yang menunggu sedari tadi. Menjelajahi software yang biasa menjadi teman di hari-hariku. Aku mengetik sebuah frasa untuk mengawali cerita. Merangkai diksi sedikit demi sedikit menjadi sebuah karya fiksi. 

            Setengah jam lagi, sebuah pesan di grup WhatsApp. 

            Seharunya, sedari tadi aku sudah siap menuliskan cerita ini. Jika sebelah kanan dan kiri tak iku berkomentar. Sialnya, kemanapun dan apapun yang kulakukan, mereka selalu ada. Melontarkan hal-hal yang kadang tak kumengerti.

            Lima belas menit lagi, waktu pengumpulan karya fiksi. Jika lewat dari waktu akan didiskualifikasi. Pesan dari grup WhatsApp. Aku menghela napas. Sebentar lagi selesai.

            Kupaska pikiran untuk bersahabat dalam merangkai kata. Selesai, gumamku beberapa menit kemudian. Sisa satu menit untuk mempertahankan eksistensi di dalam grup WhatsApp. Lagi-lagi, komentar berdatangan.

 “Yakin?” Satu kata menyesatkan keluar dari sebelah kiri.

            “Yakin gak ya?” Aku terhanyut.

            “Udah yakin aja. Langsung kirim!” sebelah kanan menyahut.

            “Jelek gitu? Malu-maluin diri sendiri,” tambah sebelah kiri.

            “Iya sih jelek!” Gumamku percaya diri mulai menurun.

            “Ayo segera kirim!” Sebelah kanan memberi semangat.

Aku menghela napas, “Masa bodolah jelek atau tidak. Harus aku kirimkan, kalau tidak? Aku akan didiskualifikasi,” jemari mengarahkan kursor pada tombol kirim yang terdapat di email.

            “Hey! Dengarkan sebelah kiri!” Sebelah kiri marah.

“Stop! Sebelah kiri … sebelah kanan … Kalian menyebalkan. Biar aku saja, jangan berkomentar lagi. Aku punya keptusan sendiri!” Aku menutup telinga. 

     Dinding-dinding kamar tertawa. Mungkin kalau bisa berbicara mereka akan berkata, “Manusia konyol,” 

Tr : Venny Eriska

Tags: #cerpen#eropongumsu#lpmteropongpersmasastraUMSU
Previous Post

Puisi

Next Post

Puisi

Related Posts

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Aku belajar kehilangan, dari caramu tetap tinggal, meski tak lagi bernama pulang. Waktu berjalan seperti hujan, jatuh perlahan di bahu...

Iram Dzāt al-‘Imād, Kota Kuno Kaum ‘Ād yang Hilang dan Kisahnya Diabadikan dalam Al-Qur’an

Perpisahan yang Tak Pernah Kupelajari

by REDAKSI TEROPONG
14 January 2026
0

Kita tidak bertengkar, tidak juga saling pergi dengan pintu yang dibanting, dan tak ada kata “selesai” yang sempat kita ucapkan...

Rindu dalam Diam

Rindu dalam Diam

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Aku menyebut namamu pelan dalam hati. Rindu datang tanpa pernah kuundang. Tak ada pesan yang berani kukirim. Aku memilih diam,...

Sambut Tahun Baru, KAI Divre 1 Sumatera Tebar Diskon 30 Persen

Yang Katanya “Rumah” Itu…

by REDAKSI TEROPONG
31 December 2025
0

Rumah yang dulu penuh cahaya, Kini hampa, tak ada lagi tawa. Dinding-dinding bisu menyimpan luka, Semua terjadi di luar bayanganku....

‎UMK Medan 2026 Naik Delapan Persen, Warga Medan Nilai Kenaikan Cukup

Ibu

by REDAKSI TEROPONG
22 December 2025
0

Ibu Di pagi yang selalu lebih dulu bangun, kau titipkan doa pada air dan cahaya. Tak pernah kau hitung lelah,...

Antara Solidaritas dan Regulasi: Polemik Penggalangan Dana Tanpa Izin

Menggenggam Diri

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2025
0

Tak ada podium, Saat memilih bertahan. Tak ada sorak, Ketika keinginan menyerah, Berhasil diredam. Belajar memimpin, Tanpa menunjuk siapa pun,...

Next Post

Puisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Voice of Forest Luncurkan Buku “HOPE” Bersama Persma Pijar 

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Voice of Forest Luncurkan Buku “HOPE” Bersama Persma Pijar 

2 years ago
Pererat Silahturrahmi, LPM Pena Dialektika Ajak LPM Teropong Jalin Kolaborasi

Pererat Silahturrahmi, LPM Pena Dialektika Ajak LPM Teropong Jalin Kolaborasi

9 months ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In