• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?

ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?

16 October 2022
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Sunday, 8 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?

by REDAKSI TEROPONG
16 October 2022
in Opini
Reading Time: 4 mins read
0
ORGANISASI MAHASISWA TATAP KAMPUS MERDEKA : ADAPTASI ATAU BERSERAH DIRI ?
0
SHARES
101
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan memang menawarkan pembahasan yang menarik dari setiap sisinya. Termasuk dalam kategori barisan intelektual, mahasiswa memiliki beragam cara menjalani kesehariannya agar menjadi mahasiswa yang produktif. Salah satunya adalah dengan cara berlembaga. Namun, bagaimana kondisi kehidupan berlembaga dalam roda kemahasiswaan saat ini?

Berlembaga dalam kemahasiswaan paling sering diartikan sebagai organisasi mahasiswa. Beragam jenis organisasi mahasiswa sering ditemui seperti Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa hingga Pers Mahasiswa. Jika ditanya apa guna dari berorganisasi, pasti setiap orang dapat menjawab guna mengimplementasikan hasil pembelajaran dari bangku kuliah, atau menambah pengalaman selama berkuliah.

RelatedPosts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Tidak hanya itu, dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, peran dan tanggungjawab mahasiswa adalah sebuah keharusan yang harus ditunaikan. Setidaknya 3 (tiga) hal yang harus ditunaikan yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Ketiga hal tersebut juga seharusnya didapatkan pada saat berorganisasi di kalangan mahasiswa.

Hari ini mahasiswa harus menyetujui hal tersebut sebelum dirinya lebih jauh mendalami roda keorganisasian. Namun apakah saat ini semangat itu masih ada? Tampaknya sedikit demi sedikit semangat dan minat mahasiswa dalam berorganisasi sudah mulai tergerus. Sadar atau tidak, timbul penyusutan minat mahasiswa akan sebuah kehadiran organisasi dan lembaga.

Jika di perhatikan lebih dalam, hal-hal seperti yang disebutkan di atas hadir dari beberapa alasan. Jika dilihat secara eksplisit, tidak dapat dipungkiri kesibukan mahasiswa dalam proses akademiknya seperti tugas kuliah, jadwal praktik yang padat dan lain sebagainya menjadi salah satu aspek terdegraasinya animo berorganisasi mahasiswa.

Menurut penulis disini, meski sudah menjadi hal yang lumrah, hal seperti tersebut jika dibiarkan terus menerus alih-alih mahasiswa hebat akan prestasi akademik, malah akan menimbulkan sifat keapatisan dikalanggan mahasiswa. Bahkan bukan tidak mungkin salah satu dari poin Tri Dharma Perguruan Tinggi akan hilang didalamnya.

Lantas bagaimana kebijakan pemerintah menanggapi hal ini? dalam beberapa tahun kebelakangan ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (KemdikbudRistek) mengeluarkan sebuah program bernama “Kampus Merdeka”. Kampus Merdeka diciptakan guna membantu mahasiswa dalam mengasah kemampuan dan membiasakan diri dalam bertarung di lapangan yang sebenarnya. Berbagai program juga ditawarkan didalamnya.

Awal kemunculan program gagasan kepemimpinan Nadiem Makarim ini banyak menuai banyak pujian. Tidak hanya dari kalangan tokoh pemerintahan, program ini juga diapresiasi oleh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia. Bahkan banyak mahasiswa yang antusias dalam mengikuti berbagai program yang ada di Kampus Merdeka. Apa urgensi dari program ini? jika hanya untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, bukankah sejak dahulu lembaga atau organisasi mahasiswa sudah lebih dahulu melaksanakannya? Jika untuk membantu mahasiswa mengimplementasikan apa yang dirinya pelajari di bangku kuliah, bukankah di organisasi mahasiswa sudah lebih dahulu melakukannya?

Kehadiran Kampus Merdeka juga seakan menggerus semangat mahasiswa dalam berlembaga. Bagaimana tidak, beragam program yang mengharuskan mahasiswa untuk melakukan pertukaran dan pengabdian di daerah yang jauh, bisa membuat sebuah organisasi amburadul kesehariannya. Bukankah mesin dari organisasi mahasiswa adalah mahasiswanya sendiri? Lantas bagaimana sebuah organisasi bisa berjalan dengan maksimal jika sumber daya manusianya disibukkan dengan program tersebut?.

Alih-alih ingin membuat mahasiswa hebat dari segi pengalaman. Pendapat pribadi penulis beranggapan bahwa secara tidak langsung program Kampus Merdeka perlahan akan memunculkan sifat keindividualisan mahasiswa tersebut. Sifat tersebut akan menjalar menjadi sifat apatis dan tidak lagi sempat untuk memikirkan pemikiran kritis. Hal ini yang seharusnya bisa menjadi perhatian pemerintah khususnya KemdikbudRistek dalam penyeimbangan program pemerintah dan menjaga animo berlembaga di kalangan mahasiswa.

Jauh dari hal itu, sebenarnya kelembagaan atau keorganisasian mahasiswa sudah melewati kisah panjang di negeri ini. Bahkan keorganisasian di kalangan mahasiswa sudah mencatatkan titik dalam jalan panjang kemerdekaan negeri ini. Gerakan Mahasiswa, dari Boedi Oetomo hingga kehebatan mahasiswa di masa reformasi adalah serentetan yang identik dari organisasi mahasiswa di negeri ini. Jadi sedikit lucu jika keorganisasian mahasiswa saat ini hanya dianggap sepele oleh berbagai pihak. Bukan hanya sebagai wadah menimba pengalaman, keorganisasian mahasiswa juga memiliki sejarah panjang yang diakui.

Terlepas dari itu, sebenarnya masih banyak cara agar animo berlembaga di kampus masih bisa eksis hingga saat ini. Ide dari penulis yaitu cukup baik jika pemerintah bisa memasukkan satu mata kuliah yang berbasis keaktivisan mahasiswa. Tidak perlu hingga memakan banyak Satuan Kredit Semester (SKS). Cukup 2 atau 3 SKS saja mungkin bisa sedikit menjadi langkah awal mahasiswa untuk kembali melirik keorganisasian di kalangan mahasiswa. Hal ini juga mungkin bisa berdampak jangka panjang. Untuk melangsungkan mata kuliah ini tentu tidak bisa sembarang memilih pengajar atau dosen didalamnya. Dosen yang mengampu mata kuliah tersebut mungkin juga diharuskan memiliki spesifikasi pernah mengeyam masa-masa organisasi mahasiswa saat berkuliahnya dulu.

Selain itu, perlu diketahui bahwa lembaga atau organisasi mahasiswa juga berdampak besar terhadap kesuksesan sebuah Perguruan Tinggi. Mungkin hampir setengahnya atau lebih, prestasi-prestasi yang didapatkan kampus adalah dari organisasi mahasiswanya. Pengenalan kampus kepada masyarakat juga kerap berawal dari kegiatan-kegiatan organisasi mahasiswa yang dilakukan di kalangan masyarakat. Terlebih citra sebuah kampus kerap juga didapatkan seiring aktifnya kegiatan organisasi mahasiswa, yang bakalan berdampak pada sebuah akreditasi Perguruan Tinggi. Kembali dan lagi, sudah semestinya pihak kampus juga peduli akan hal ini. Beragam cara juga seharusnya bisa dilakukan kampus untuk mempertahakan organisasi mahasiswa dikampusnya masing-masing.

Kolaborasi 3 (tiga) elemen Pemerintah, Kampus dan Mahasiswa haruslah diperkuat saat ini. Setidaknya ketiga elemen ini ada baiknya melakukan sebuah diskusi akan peradaban corong perubahan masa depan. Tidak bisa hanya memikirkan individualis, atau malah kepentingan pribadi. Kerjasama antar tiga elemen ini menurut penulis bagai sebuah mesin yang bergerak. Tidak bisa berjalan masing-masing, atau jika salah satu elemennya tidak berjalan dengan baik maka mesin tersebut pun tidak akan berfungsi maksimal.

Terakhir, penulis kembali memiliki sebuah gagasan yang sekiranya perlu disampaikan guna dipertimbangkan. Sama seperti beberapa opini yang pernah saya tulis, seharusnya, jika memungkinkan pemerintah dan pihak kampus bisa membuat sebuah kebijakan dalam syarat kelulusan mahasiswa. Atau setidak-tidak nya sebagai sebuah indikator didapatkannya nilai yang baik bagi mahasiswa. Apa itu? Mungkin bisa diberlakukan One Student, One Organization atau dalam arti lain mempriotiaskan setiap mahasiswa untuk bisa mengikuti satu organisasi yang ada dikampusnya. Menurut penulis hal ini akan menguntungkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, organisasi mahasiswa, kampus dan akan berdampak pada dunia pendidikan di Indonesia.

Begitulah kondisi animo berlembaga di kalangan mahasiswa saat ini. Sudah seharusnya ada perbaikan sistem yang ada di dunia pendidikan tinggi, terutama yang berhubungan dengan kelembagaan mahasiswa agar tidak ada pihak yang dirugikan dan justru semua elemen di dalamnya mendapatkan keuntungan secara langsung atau pun tidak langsung. Kini sudah saatnya para aktivis organisasi mahasiswa harus memilih. Antara beradaptasi atau hanya diam berserah diri.

Tr : Mhd. Iqbal

Tags: #kampusmerdeka#lpmteropongumsu#opini#ormawa#persmahasiswa
Previous Post

Melalui Seminar, Pena Persma Resmi Dibuka

Next Post

Erisca: Penulis Yang Baik Tulisannya Mudah Dicerna

Related Posts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Rindu dalam Diam

KUHP Baru: Antara Pembaruan Hukum dan Tantangan Kebebasan Sipil

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Sejak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi diberlakukan pada awal 2026, Indonesia memasuki fase baru dalam sistem hukum...

Next Post
Erisca: Penulis Yang Baik Tulisannya Mudah Dicerna

Erisca: Penulis Yang Baik Tulisannya Mudah Dicerna

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMSU Sukses Adakan Pameran Photography

IMM Effect XI, Kreatifitas Kaum Muda

3 years ago
Mahasiswa UMSU Berhasil Meraih Terbaik 3 Pada Ajang KDMI

Mahasiswa UMSU Berhasil Meraih Terbaik 3 Pada Ajang KDMI

3 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In