Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nasir, menghubungi Menlu Malaysia Mohamad Hasan untuk menjelaskan upaya pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra dan Kalimantan.
Dikutip dari Tirto.id, komunikasi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terkait karhutla yang menyebabkan kabut asap hingga ke negara tetangga.
“Kami sudah jelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia seperti kita sudah menerjunkan lebih dari 60.000 personel,” ujar Arrmanatha saat ditemui di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah juga mengerahkan 48 helikopter dan pesawat untuk membantu penanganan karhutla melalui pemadaman dari udara dan modifikasi cuaca.
“Kita telah menerjunkan juga 48 helikopter dan pesawat untuk melakukan water bombing dan pengalihan cuaca,” jelasnya.
Arrmanatha, yang akrab disapa Tata, mengatakan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih menjadi tantangan bagi Indonesia. Ia berharap kondisi tersebut segera membaik seiring kemungkinan turunnya hujan.
“Harapan kita (karhutla) ini segera akan reda, karena juga diperkirakan cuaca akan ada hujan,” katanya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan telah menghubungi Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (8/10/2026). Keduanya membahas karhutla di Sumatra dan Kalimantan yang dampak kabut asapnya turut dirasakan masyarakat Malaysia dan Singapura.
Anwar juga menegaskan kesediaan Malaysia untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap yang ditimbulkannya.
Tr: Dinda




















