Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Muhammad Hafiz Abdillah, mengikuti program pertukaran mahasiswa di INTI International University, Malaysia, sejak 24 Agustus 2026. Program tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 21 Desember 2026.
Hafiz menjelaskan, sistem perkuliahan di INTI International University membagi pembelajaran menjadi dua jenis kelas, yakni lecture untuk penyampaian materi dan practice untuk penerapannya. Kelas lecture diikuti hingga 150 mahasiswa dari berbagai negara, sedangkan kelas practice berlangsung dalam kelompok yang lebih kecil.
“Satu mata kuliah dibagi menjadi lecture dan practice dalam seminggu. Pada kelas lecture, mahasiswa mendapatkan penjelasan materi bersama mahasiswa dari berbagai kelas dan negara. Sementara itu, kelas practice lebih berfokus pada praktik, seperti kuis dan permainan yang berkaitan dengan materi,” ujar Hafiz, Selasa (13/10/2026).
Selain metode pembelajaran, Hafiz menilai kelengkapan sarana kampus turut menunjang aktivitas mahasiswa. Fasilitas yang tersedia meliputi perpustakaan dengan ruang diskusi kelompok, lapangan olahraga, kolam renang, asrama, taman, hingga layanan transportasi.
“Banyak fasilitas yang benar-benar bisa digunakan oleh seluruh mahasiswa tanpa terkecuali. Ada perpustakaan besar dengan ruang diskusi, lapangan olahraga, kolam renang, asrama, dan berbagai fasilitas lainnya yang memang berguna untuk kebutuhan mahasiswa,” ungkapnya.
Selama di Malaysia, Hafiz mengikuti orientasi mahasiswa internasional dan kegiatan pertukaran budaya yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai negara. Ia menyukai suasana kampus yang tenang dan lingkungan yang tertata. Namun, tingginya biaya hidup menjadi tantangan dalam mengatur pengeluaran sehari-hari.
Hafiz menyampaikan, program tersebut merupakan bagian dari kerja sama antarkampus yang memberikan dukungan akademik kepada mahasiswa terpilih. Peserta juga memperoleh pembebasan skripsi sebagai bentuk penghargaan atas keikutsertaan mereka. Adapun biaya visa tetap ditanggung oleh masing-masing mahasiswa.
“Harapan saya, teman-teman yang bercita-cita kuliah di luar negeri tetapi terkendala ekonomi bisa mencoba mengikuti program exchange ke INTI yang diselenggarakan setiap semester. Perkuliahannya ditanggung, hanya saja mahasiswa tetap perlu membayar visa. Menurut saya, biaya itu sebanding dengan pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan,” tuturnya.





















