• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Memaknai Hidup di Usia 20

Memaknai Hidup di Usia 20

15 December 2022
Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu

19 March 2026
Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara

18 March 2026
Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan

17 March 2026
Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

Aktivis Diserang, Koalisi Sipil Tuntut Keadilan

18 March 2026
Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

Lepas Peserta Mudik Gratis, Bobby Nasution: Jangan Ada Praktik Jual Beli Tiket

17 March 2026
Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

17 March 2026
UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

UMSU Keluarkan Surat Edaran Libur Khusus Idul Fitri 1447H

15 March 2026
Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

Diskusi HAM Tekankan Kesetaraan di Hadapan Hukum

14 March 2026
Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

Pascabanjir Benua Raja, Mahasiswa UMSU Prioritaskan Trauma Healing

14 March 2026
UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

UMSU Bahas Penguatan HAM bagi Perempuan dan Disabilitas

12 March 2026
Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

Usai Penyusunan Program Kerja, FEB UMSU Gelar Bukber dan Berbagi

12 March 2026
Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

Sertijab Pijar, Awal Estafet Kepengurusan Baru

12 March 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Friday, 27 March 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Memaknai Hidup di Usia 20

by REDAKSI TEROPONG
15 December 2022
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Memaknai Hidup di Usia 20
0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Aku selalu percaya kalau hidup itu bukan lomba. Bukan tentang siapa cepat, dia menang. Siapa yang duluan punya rumah, dia bahagia. Siapa yang duluan punya mobil, aset, harta, serta tetek bengek lainnya, dia yang berhasil. Aku selalu meragukan hal tersebut.

Terserah kau mau setuju atau tidak. Bagiku hidup tidak sesederhana mencari uang lalu jadi kaya. Aku sendiri sudah menutup mata dari semua itu. Bukan berarti aku tidak ingin kaya, bukan. Kaya itu harus. Cari uang itu mesti. Tapi bukan itu tujuan utamanya. Uang, status, hanyalah alat. Yang namanya alat pasti memiliki fungsi dan tujuan. Maka gunakanlah uang dan status itu untuk mencapai tujuan utamamu. Untuk menciptakan sebuah perusahaan ‘kuda bertanduk’ agar bisa membuka banyak lapangan pekerjaan misalnya. Boleh saja.

RelatedPosts

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Namun hidup akan terasa berat. Terlebih saat kau berusia 20-an. Semuanya terasa jadi begitu nyata. Harus ‘realistis’ kalau kata mereka. Mimpimu besar. Tapi di saat yang lain sudah mulai bekerja, kau masih kuliah. Bahkan beberapa temanmu ada yang sudah menikah. Melanjutkan hidup ke fase berikutnya. Sedangkan kau masih bergelut dengan buku pelajaran seolah-olah tak ada habisnya. Di saat mereka mulai menghidupi mimpi, kau masih bermimpi.

Itu aku. Aku lah orang yang masih kuliah dan masih bergelut dengan buku pelajaran itu. Di saat mereka terus bergerak, aku hanya jalan di tempat. Tak berpindah. Di saat mereka terus maju, aku seolah diam dan mematung sambil menatap punggung mereka yang meninggalkanku semakin jauh.

Menjadi dewasa adalah jebakan. Jebakan yang tidak seorang pun dapat menghindarinya. Jebakan bagi mereka para pecundang yang terlalu nyaman dengan masa lalunya. Namun tantangan bagi mereka yang berniat untuk terus berkembang. Entah kau merasakannya atau tidak, fase awal menuju dewasa adalah fase yang paling menyakitkan. Dan itu semua terjadi ketika kau berumur 20. Ya, meskipun kedewasaan tidak ditentukan oleh umur, tapi umur 20 adalah awal dari kegetiran semua ini.

Di usia 20, hidup akan menjadi sangat realistis. Semuanya, entah mengapa terasa begitu nyata. Semua ketakutan, kecemasan yang kau khawatirkan, di fase ini semuanya kejadian. Kegagalan, putus cinta, pengangguran, beban keluarga, semuanya akan terjadi dan mau tak mau harus dilalui.

Saat berumur 20, aku mulai sering meragukan banyak hal. Termasuk diriku sendiri. Aku selalu ragu. Apakah yang kulakukan ini benar? Aku juga sering bertanya dan berpikir tentang kehidupanku. Lagi dan lagi. Namun semakin dipikir-pikir, semakin cemas jadinya. Jadi semakin bingung dan semakin khawatir.

Di periode waktu yang sama, banyak orang seusiaku sudah bekerja. Sudah menikah bahkan. Teman-temanku pun begitu. Sedang aku, masih terikat di bangku kelas, masih bergelut dengan buku pelajaran. Meskipun sama-sama bergerak dan berproses, kalau kita tanya pada setiap orang, hidup siapa yang lebih baik, Aku Si Mahasiswa atau Temanku Si Pekerja, pastilah mereka memilih Si Pekerja. Sudah jelas. Temanku menghasilkan uang, sedang aku malah sibuk menghabiskannya.

Orang bebas saja menilai siapa yang lebih baik, siapa yang lebih sukses. Itu terserah mereka. Namun semua penilaian mereka, sejujurnya tidak berarti apa-apa bagiku. Aku lebih takut pada diriku sendiri ketimbang komentar dan penilaian orang. Karena gagal dan berhasilnya aku ditentukan oleh diriku sendiri. Bukan komentar apalagi omongan orang. Untuk itulah aku lebih takut dengan diriku sendiri.

Bagi mereka aku tertinggal. Dan itu benar. Itu semua karena kegagalanku di kuliah sebelumnya. Gagal kuliah adalah kegagalan terbesar pertamaku selama hidup di dunia. Karena itu pula aku jadi merasa tak berdaya. Kehidupanku serasa ambruk. Semua yang kuimpikan hilang sudah. Aku gagal. Kekhawatiran, kecemasan, dan ketakutan yang kupikirkan sebelumnya semakin terasa nyata.

Kau akan melalui semua ini saat berumur 20. Meskipun tidak persis sama. Salah satunya: hidupmu akan mulai dibanding-bandingkan dengan anak tetangga yang usianya sama. Atau dibandingkan dengan teman sebaya yang sudah bekerja, punya rumah, dan kaya. Di saat itu pula kau akan melihat hidupmu dengan kehidupan mereka lalu mulai membandingkan. Kau pun mulai merasa tertinggal. Lalu stress tak karuan.

Sesulit apapun hidup bagimu di usia 20, teruslah hidup. Terlalu memikirkan pencapaian orang lalu membandingkannya dengan pencapaianmu sendiri tak akan menyelesaikan masalah dan tak akan ada habisnya. Pada akhirnya kau akan stress sendiri. Jadi buat apa terlalu memikirkannya? Lakukan apa yang menurutmu baik sambil terus memperbaiki hidup.

Teruslah bergerak meskipun selambat kura-kura. Teruslah melangkah dan bertindak. Asal kau terus bergerak, pada akhirnya kau juga akan sampai. Ingat, hidup bukan lomba lari. Yang siapa cepat, dia menang. Siapa yang paling duluan kaya, dia yang bahagia. Tidak. Hidup itu H-I-D-U-P. Hanya lima kata sederhana. Namun kenapa kau rumit memikirkannya? Seolah-olah hidup harus selalu diisi dengan keberhasilan dan kalau tidak berhasil, bukan hidup namanya. Pada akhirnya, akhir dari hidup adalah mati. Jadi untuk apa terlalu memusingkan semua ini?

Sudahi kegelisahanmu mari lakukan yang kau mau. Sudahi kecemasanmu mulai dari yang sederhana dulu. Sudahi ketakutanmu karena yang kau takutkan belum tentu akan terjadi. Teruslah hidup. Teruslah berusaha sampai tetanggamu mengira itu adalah hasil pesugihan. Namun jangan lupa untuk terus hidup menjadi manusia yang sebenar-benarnya manusia.

Sumber foto : pinterest

Tr : Rizali Rusdan

Previous Post

KUHP Timbulkan Masalah, Ismail Koto: Mahasiswa Harus Kritis dan Jadi Penyalur Aspirasi

Next Post

Mahasiswa FKIP PGSD UMSU Publikasi Jurnal Sinta 3

Related Posts

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

Teror terhadap Pembela HAM: Alarm bagi Demokrasi Indonesia

by REDAKSI TEROPONG
17 March 2026
0

“Siapa yang berani bicara, siap-siap saja dicari kesalahannya.” Kalimat ini bukan lagi sekadar kiasan, melainkan peringatan yang semakin terasa nyata....

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Next Post

Mahasiswa FKIP PGSD UMSU Publikasi Jurnal Sinta 3

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

UMSU Sambut Ribuan Mahasiswa Baru dalam PKKMB 2024

UMSU Sambut Ribuan Mahasiswa Baru dalam PKKMB 2024

2 years ago
Penyebab Wajah Terlihat Lebih Tua

Penyebab Wajah Terlihat Lebih Tua

3 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 6 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Hilal di Medan Belum Penuhi Kriteria MABIMS, Sidang Isbat Jadi Penentu 19 March 2026
    • Kasus Andrie Yunus Disorot, Akademisi UMSU Singgung Keamanan Negara 18 March 2026
    • Mahasiswa UMSU Juara MHQ Internasional, Ungkap Kunci Hafalan 17 March 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In