• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
Kenali Istilah Fear Of A Better Option (FOBO)

Gelar Pahlawan untuk Suharto: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Ingatan yang Dikaburkan?

15 November 2025
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Sunday, 8 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

Gelar Pahlawan untuk Suharto: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan dari Ingatan yang Dikaburkan?

by REDAKSI TEROPONG
15 November 2025
in Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Kenali Istilah Fear Of A Better Option (FOBO)
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongdaily, Medan-Keputusan pemerintah menetapkan Suharto sebagai pahlawan nasional kembali mengguncang ingatan kolektif bangsa. Pada 10 November lalu, gelar ini seolah mengajak masyarakat mengingat kejayaan pembangunan ekonomi era Orde Baru, sambil memalingkan wajah dari catatan panjang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang tak dapat dihapuskan.

Banyak akademisi dan kelompok masyarakat sipil menilai bahwa langkah ini justru mengaburkan upaya menjaga kejujuran sejarah. Pembantaian massal 1965, penghilangan paksa para aktivis, serta represi terhadap suara kritis merupakan bagian tak terpisahkan dari figur Suharto.

RelatedPosts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Ketika kisah-kisah kelam itu dikecilkan atau disisihkan demi memoles citra seorang pemimpin, negara sesungguhnya sedang membiarkan ingatan kolektifnya kabur. Hal ini berbahaya, terutama bagi generasi muda yang ingin memahami sejarah secara utuh dan tidak selektif.

Para pendukung gelar ini sering menekankan stabilitas politik dan pembangunan ekonomi sebagai alasan utama. Namun, pembangunan yang bertumpu pada represi, pengawasan ketat, dan pembungkaman kritik bukanlah bentuk kesejahteraan sejati, melainkan kemajuan yang rapuh. Jika keberhasilan ekonomi dijadikan alasan untuk mengampuni pelanggaran HAM, maka kita sedang menciptakan preseden berbahaya bahwa otoritarianisme dapat diterima selama negara tampak ā€œmajuā€.

Gelar pahlawan bukan sekadar penghargaan simbolis. Ia adalah penanda moral tentang siapa yang layak dijadikan teladan. Ketika negara memilih versi sejarah yang tidak lengkap dan cenderung dikaburkan, masyarakatlah yang harus memastikan kebenaran tetap dijaga. Sebab, melupakan masa lalu hanya akan membuka ruang bagi pengulangan kesalahan yang sama.

Dalam laporan Tempo, sejumlah sejarawan dan pakar hukum mengingatkan bahwa rekonsiliasi mustahil tumbuh jika negara justru memutihkan masa lalu. Pemberian gelar ini dianggap memperlebar jarak antara narasi resmi negara dan pengalaman para korban yang hingga kini masih menunggu keadilan.

Sementara itu, dikutip dari BBC Indonesia, catatan Komisi Nasional (Komnas) HAM menunjukkan bahwa berbagai peristiwa pelanggaran HAM berat era Orde Baru mulai dari 1965–1966, Talangsari, Tanjung Priok, hingga DOM Aceh masih mandek tanpa penyelesaian hukum. Dalam situasi demikian, pemberian gelar pahlawan dinilai kontradiktif: negara belum menuntaskan tanggung jawab masa lalu, tetapi sudah menempatkan figur sentral Orde Baru sebagai teladan nasional.

Di tengah upaya pengaburan memori sejarah ini, masyarakat sipil kembali menegaskan pentingnya literasi sejarah yang jujur. Penghargaan kepada Suharto akhirnya tidak sekadar simbol, tetapi menjadi penanda arah moral bangsa, apakah kita memilih menghadapi sejarah dengan keberanian atau menutupinya demi stabilitas politik jangka pendek.

 

Tr: Salsabila Balqis

Tags: #opini #Suharto #PahlawanIndonesia #medan #umsu #teropongdaily
Previous Post

Kenali Istilah Fear Of A Better Option (FOBO)

Next Post

Sudan: Perang Saudara yang Mengguncang Kemanusiaan Dunia

Related Posts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Rindu dalam Diam

KUHP Baru: Antara Pembaruan Hukum dan Tantangan Kebebasan Sipil

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Sejak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi diberlakukan pada awal 2026, Indonesia memasuki fase baru dalam sistem hukum...

Next Post
Sudan: Perang Saudara yang Mengguncang Kemanusiaan Dunia

Sudan: Perang Saudara yang Mengguncang Kemanusiaan Dunia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Tips Pandai Bergaul

Tips Pandai Bergaul

4 years ago
Semesta Fest 2025: UMSU Dorong Pemahaman Ekonomi Syariah dan Keuangan Digital

Semesta Fest 2025: UMSU Dorong Pemahaman Ekonomi Syariah dan Keuangan Digital

9 months ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    Ā© 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    Ā© 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In