• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok

Dilema Soekarno Hukum Mati Sahabat Sendiri

17 August 2019
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Sunday, 8 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Ragam

Dilema Soekarno Hukum Mati Sahabat Sendiri

by REDAKSI TEROPONG
17 August 2019
in Ragam, Sosok
Reading Time: 3 mins read
0
0
SHARES
32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Teropongonline,Medan-Soekarno dan Kartosoewirjovadalah sahabat lama kala masih menimba ilmu dan mondok di rumah HOS TJokroaminoto di Surabaya pada tahun 1918-an.

Kartosuwiryo dikenal sebagai seorang yang memiliki ideologi Islam yang kuat. Namun siapa sangka jika dari ideologi itu, mulanya ia justru menempuh pendidikan sekuler dari sekolah Belanda, yakni Europeesche Lagere School. Selepas lulus, pria yang benama lengkap Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo ini, juga melanjutkan studinya di sekolah kolonial, yakni Nederlandsch Indische Artsen School untuk mengambil keahlian kedokteran.

RelatedPosts

Pentingnya Mengembalikan Peringatan Hari Ibu

Mengenali Copyright dalam Hak Cipta

Promosikan Sport Tourism, Disbudparsu gelar Rafting Tour

Detik-detik Pergerakan Kartosuwiryo dan Soekarno Untuk Menentukan Gagasan Dasar Negara. Saat penjajah Jepang membentuk BPUPKI, yakni badan yang melakukan usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia, Kartosuwiryo banyak melakukan penetrasi melalui wakil-wakil Islam seperti Ki Bagus Hadikusumo dan Kiai Ahmad Sanusi supaya membentuk Negara Indonesia yang memberlakukan syariat agama. Bahkan ada peran Kartosuwiryo pula bagian pertama dari Piagam Jakarta memuat kalimat “kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”.

Namun kemudian, kalimat tersebut diubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa” selang sehari setelah kemerdekaan di tanggal 18 Agustus 1945. Nah, kalimat terakhir inilah yang kemudian digunakan dalam sila pertama Pancasila yang konsep awalnya menjadi gagasan Soekarno sebelum Indonesia memproklamirkan kemerdekaan.

“Pada 1918 ia adalah seorang sahabatku yang baik. Kami bekerja bahu membahu bersama Pak Tjokro demi kejayaan Tanah Air. Pada tahun 20-an di Bandung kami tinggal bersama, makan bersama, dan bermimpi bersama-sama. Tetapi ketika aku bergerak dengan landasan kebangsaan, di berjuang semata-mata menurut azas agama”, Kata Soekarno yang dikutip dari buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.

Semasa tinggal di rumah Pak Tjokro yang tak pernah bosan mengomentari Soekarno saat berlatih pidato di depan cermin.
Namun tak jarang kritik yang dilontarkan Kartosoewirjo lebih kepada ejekan.

“Hei Karno, buat apa berpidato di depan cermin? Seperti orang gila saja”, celetuk Kartosoewirjo yang dikutip dari Majalah Intisari Edisi Agustus 2015.
Mendengar komentar sahabatnya Soekarno muda membalas, ” Tidak seperti kamu, sudah kurus, kecil, pendek, keriting mana bisa jadi orang besar!”, begitu yang ditulis dari Majalah Intisari Edisi Agustus 2015.
Kemudian keduanya tertawa bersama-sama.

Namun perjuangan kedua sahabat itu mulai berbeda arah, yang membuat seperti terlihat berselisih pandang.
Soekarno sangat nasionalis, sedangkan sang sahabat, Kartosoewirjo sangat religius.

Tahun 1962, nama sang sahabat mencuat sebagai salah satu pentolan yang dianggap memberontak pemerintahan Republik dibawah DI/TII.

Dilansir dari SOSOK.grid.id dalam artikel ‘Bung Karno Menangisi Sahabatnya, Si Pria Pendek Bertubuh Kurus dan Rambut Keriting’, Soekarno tak kuasa menahan tangis saat ia harus menandatangani surat keputusan untuk menghukum mati Kartosuwiryo.

Yang membuat sedih Bung Karno bukanlah kelompok pemberontak tersebut, namun Kartosuwiryo pimpinan dari kelompok itu adalah sahabat masa mudanya.

Ketika menjabat menjadi Presden pasca Kemerdekaan Indonesia, selang berapa tahun kemudia meletuslah pemberontakan yang dipicu kekecewaan dan dipimpin oleh sang sahabat, Kartosoewirjo.
Salah satu keputusan berat yang harus diambil Soekarno adalah menandatangai vonis mati terhadap sahabatnya tersebut.

Karena Kartosoewirjo terbukti sebagai Imam dan Pimpinan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/TII).
Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, berkas eksekusi mati tertulis nama itu berkali-kali disingkirkan dari meja kerja Soekarno.

Kisah Soekarno dan Kartosoewirjo ini juga telah ditulis oleh Roso Doras Dalam bukunya yang berjudul “Bung Karno VS Kartosoewirjo : Membongkar Sumber Dana DI/TII”

Reporter : Clara Wirianda

Previous Post

Sosok Ir. Sutami Mentri Termiskin Di Indonesia Yang Disayangi Soekarno dsn Dihormati Soeharto.

Next Post

HUT RI Ke – 74 dan Kemerdekaan Lapangan Merdeka

Related Posts

Pentingnya Mengembalikan Peringatan Hari Ibu

Pentingnya Mengembalikan Peringatan Hari Ibu

by REDAKSI TEROPONG
23 December 2022
0

  Teropongdaily Medan-Mengenang semangat para perempuan luar biasa yang turut berjuang menentang penjajah, khususnya dalam memperjuangkan nasib perempuan dalam mendapatkan...

Mengenali Copyright dalam Hak Cipta

Mengenali Copyright dalam Hak Cipta

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2022
0

Teropongonline, Medan-Dalam pembuatan sebuah karya tentu ada hasil yang dibuat oleh pencipta itu sendiri. Tentu pemilik karya tidak ingin jika...

Promosikan Sport Tourism, Disbudparsu gelar Rafting Tour

Promosikan Sport Tourism, Disbudparsu gelar Rafting Tour

by REDAKSI TEROPONG
5 December 2021
0

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara (Disbudparsu) terus mempromosikan objek-objek wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan di Sumatera Utara. Dalam upaya...

Fakta Film Penyalin Cahaya, Film Sabet 12 Piala Citra  2021

Fakta Film Penyalin Cahaya, Film Sabet 12 Piala Citra  2021

by REDAKSI TEROPONG
11 November 2021
0

Teropongonline, Medan-Film Penyalin Cahaya merupakan film mengisahkan perjuangan seorang penyintas kekerasan seksual ini, menjadi angin segar agar isu kekerasan seksual tidak...

Penyelenggaraan Etika Bersosial Media dengan Dalih Kebebasan Berekspresi

Penyelenggaraan Etika Bersosial Media dengan Dalih Kebebasan Berekspresi

by REDAKSI TEROPONG
7 November 2021
0

Teropongonline, Medan-Dengan maraknya perkembangan media sosial, dilema dalam etika semakin meningkat termasuk dalam hal pelanggaran privasi dan penindasan. Pada konteks...

alt text

Mengenal Lebih Dekat Fahombo, Tradisi Unik Yang Lahir di Pulau Nias

by REDAKSI TEROPONG
4 November 2021
0

Teropongonline, Medan-Pulau yang terletak di Sumatera Utara ini memiliki banyak keunikan budaya dan alamnya. Di Nias, tradisi leluhur, adat istiadat...

Next Post

HUT RI Ke - 74 dan Kemerdekaan Lapangan Merdeka

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

‎BMIC Gaungkan Peran Muslimah di Dunia Digital Lewat Kunjungan ke Teropong UMSU

Tindaki ketimpangan Ekonomi, Muhammadiyah bentuk Bank Syariah Matahari sebagai Manuver Profetik

7 months ago
UMSU Lakukan Persiapan Menyambut Iduladha 1446H

Bijak dalam Literasi Digital

8 months ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In