Teropongdaily, Medan-Tak jarang, mahasiswa merasa takut mengejar hal-hal yang disukai hanya karena khawatir dinilai berbeda, dicemooh, atau dianggap tidak sesuai ekspektasi sosial. Nyatanya, sebagian besar orang lain tidak terlalu memperhatikan apa yang kita lakukan, selama tidak menyimpang dari norma atau merugikan orang lain.
Rasa takut terhadap penilaian sosial sering kali menghambat potensi mahasiswa. Penelitian dari Pancarani (2022) terhadap remaja usia 17ā20 tahun menunjukkan bahwa lebih dari 50% responden merasa insecure terhadap penilaian orang lain.
Fakta ini menunjukkan bahwa kurangnya keberanian bukan karena ketidaktahuan atas apa yang disukai, melainkan karena kekhawatiran terhadap respons lingkungan. Padahal, kenyataannya, lingkungan sekitar tidak begitu intens mengamati kita. Dunia tidak sesibuk dan sepenasaran itu terhadap langkah-langkah yang kita tempuh dan ini seharusnya menjadi kabar baik.
Sebagai mahasiswa, kita justru berada dalam fase ideal untuk bereksperimen, mencoba, dan berkembang. Menjadi diri sendiri dan berani melakukan apa yang kita sukai adalah bentuk kejujuran terhadap potensi diri. Tidak perlu takut terlihat berbeda. Selama yang kita lakukan tidak melanggar etika dan hukum, maka tidak ada alasan untuk terus membatasi diri.
Maka, mari tanamkan keberanian sejak dini. Dunia akan tetap berjalan, orang-orang akan tetap sibuk dengan urusan masing-masing, dan hanya kita sendiri yang akan paling menyesal jika tak pernah mencoba hal-hal yang kita cintai.
Tr: Anggun Nihma





















