• Latest
  • Trending
  • All
  • Kabar Kampus
  • Feature
  • Opini
  • Sosok
BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

4 July 2018
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026

4 February 2026
Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

UMSU Mart Berhenti Beroperasi

4 February 2026
Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

Pada Hal-Hal yang Tak Pernah Pergi

4 February 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

FKIP UMSU Menyokong Pembelajaran Visual melalui Ruang Podcast

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

29 January 2026
UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

29 January 2026
UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa

26 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Akademisi UMSU Kritik Resolusi PBB soal Timur Tengah

25 January 2026
Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

25 January 2026
Pengamat Politik UMSU Soroti Putusan MK: Wartawan Tidak Bisa Langsung Dipidana

UMSU Kukuhkan Guru Besar Energi Terbarukan

24 January 2026
  • Tentang
  • Advertisement
  • Contact
Monday, 9 February 2026
  • Login
  • Register
No Result
View All Result
BERLANGGANAN
UKM-LPM Teropong UMSU
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
  • Artikel
  • Foto Jurnalistik
  • Kabar SUMUT
  • Kabar Kampus
  • Kabar Medan
  • Majalah
  • Newsletter
  • Sastra
  • Nasional
  • Internasional
  • Lainnya
    • Almamater
    • Ekonomi
    • Feature
    • Infografik
    • Lifestyle
    • Opini
    • Politik
    • Ragam
    • Sipongpong
    • Sobatpongpong
    • Sosok
    • Terkini
No Result
View All Result
UKM-LPM Teropong UMSU
No Result
View All Result
Home Opini

BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?

by REDAKSI TEROPONG
4 July 2018
in Opini
Reading Time: 3 mins read
0
BBM Naik, Perlukah Aksi Mahasiswa?
0
SHARES
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Harga minyak dunia yang terus merangkak naik hingga menyentuh angka USD 75 per barel disebut–sebut sebagai argumen dasar naiknya harga BBM Non-subsidi yang dilakukan Pertamina per tanggal 1 Juli 2018 kemarin. Memang, Negara telah menyerahkan kewenangan kepada badan usaha terkait elastisitas harga BBM Umum lewat Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang berbunyi “Harga eceran BBM umum ditetapkan oleh badan usaha dan dilaporkan kepada menteri”. Artinya, dengan ketentuan tersebut naik atau turunnya harga BBM Non-subsidi tidak harus melalui persetujuan DPR RI dan dibahas dalam sidang paripurna. Keputusan OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) untuk membatasi produksi minyak dunia juga menjadi salah satu alasan naiknya harga BBM Non-subsidi di Indonesia. Dalam logika ekonomi lumrahnya jika permintaan meningkat tajam maka secara otomatis produksi harus dibatasi agar tidak terjadinya defisit atau kurangnya stok pasokan agar kestabilan ekonomi dunia terus terjaga. Alasan ini pula yang dikemukakan oleh organisasi Negara–negara pengekspor minyak bumi tersebut ketika memutuskan untuk membatas produksi minyak dunia.

Terhitung, rezim pemerintahan saat ini sudah menaikkan harga BBM Non-subsidi genap empat kali sejak 13 Januari 2018, 20 Januari, 24 Februari dan terakhir 1 Juli 2018 kemarin. Di masa pemerintahan saat ini juga harga BBM Non-subsidi telah diturunkan sebanyak 10 kali (detikNews, 3/7/2018). Dengan demikian, fakta bahwa kestabilan harga BBM Non-subsidi mengikuti fluktuatif harga minyak dunia seharusnya bisa kita terima. Akan tetapi, terkhusus bagi Indonesia kenaikan harga BBM Non-subsidi ini bisa saja menjadi momok yang semakin memberatkan rakyat. Pasalnya, Indonesia terhitung sebagai salah satu pengguna kendaraan bermotor terbanyak di dunia yang tentu saja memerlukan bahan bakar berjenis premium, pertamax, ataupun pertalite. Keputusan pemerintah yang menghentikan subsidi Premium dan perlahan menghapuskannya, maka total BBM yang saat ini memiliki status bersubsidi hanyalah solar. Tentu akan sangat menyulitkan jika masyarakat harus terus mengikuti harga minyak dunia yang sewaktu–waktu bisa saja melambung tinggi. Kita bisa saja berargumen bahwa jika yang mengalami kenaikan adalah BBM Non-subsidi yang notabene banyak digunakan oleh masyarakat yang terbilang berada di level ekonomi menengah ke atas adalah wajar–wajar saja. Namun, mungkin ketika mengatakan itu kita lupa bahwa saat ini subsidi Premium juga telah dicabut dan sudah mulai langka di pasaran. Pertalite adalah satu–satunya jenis bahan bakar yang masih mampu dijangkau oleh kantong mayoritas masyarakat. Pun begitu, hingga saat ini status pertalite juga merupakan BBM Non-subsidi yang tentu saja sewaktu–waktu bisa juga mengalami kenaikan harga.

RelatedPosts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar dalam pandangannya mengatakan bahwa kenaikan harga BBM Non-subsidi merupakan buah dari pemerintah yang gagal melakukan antisipasi. Dirinya menyebut bahwa kenaikan harga BBM Non-subsidi kali ini terjadi karena dua faktor yaitu eksternal dan internal. Faktor internal adalah pemerintah yang belum dapat mengendalikan nikai tukar rupiah terhadap dollar AS yang akhirnya berdampak pada sistem tata niaga migas Indonesia yang bersifat terbuka. Sedangkan faktor eksternal adalah dikarenakan OPEC atau organisasi Negara – negara pengekspor minyak dunia yang membatasi produksi dan persoalan geopolitik lainnya yang terjadi diberbagai belahan dunia, (Kompas, 2/7/2018). Fakta yang terjadi di lapangan saat ini dengan berbagai kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat seperti dicabutnya subsidi premium, dicabutnya subsidi tarif dasar listrik, penurunan daya beli  hingga semakin melebarnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS harus diakui adalah representasi dari semakin lesunya pergerakan ekonomi. Ketika pemerintah terus melakukan upaya untuk menetralisir reaksi masyarakat terkait hal ini dengan mengatakan di media bahwa ekonomi stabil dan aman–aman saja sepertinya sudah tak mampu menjadi tameng dan menuju ujung tanduk. Masyarakat telah paham dengan melihat kondisi perekonomian di pasar yang semakin sulit artinya ekonomi kita sedang dalam masalah.

Perlukah Aksi Mahasiswa ?

Seorang kawan saya pernah berkata, di dunia ini hanya ada dua sebutan untuk kata “Maha”. Selain berarti marga bagi orang yang bersuku Dairi, dua kata Maha hanya terdapat dalam sebutan Mahakuasa dan Mahasiswa. Dalam KBBI, Maha dapat diartikan dengan Besar, amat, atau mahamulia. Anda tentu bisa membayangkan betapa luar biasanya makna dari kata atau kalimat yang terdapat kata Maha tersebut.

Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat. Representasi dari kekuasaan rakyat yang menjadi nomor wahid. Ketika rakyat tak mampu menyuarakan kelu kesah dan penderitaan yang dialaminya, Mahasiswa yang bertindak sebagai kaum intelektual diharap bisa mempergunakan ilmu dan sumbangsih pemikirannya guna kemajuan dan kesejahteraan rakyat. Apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh otoritas pemegang kekuasaan dalam suatu Negara. Mahasiswa berhak untuk mengawasi, mengkritik, bahkan menggelar aksi jika yang pertama dan kedua tidak didengar oleh penguasa. Keadaan yang berkembang dewasa ini justru menjungkir balikkan hakikat dari penyandang gelar Mahasiswa itu tadi. Sebagian besar penyandang gelar Mahasiswa sudah tidak lagi menunjukkan sikap hakikat dari peran yang seharusnya dilakukan. Dalam hal ini, apakah personal Mahasiswa itu sendiri yang mutlak disalahkan?. Bisa jadi jawabannya berada dalam diri Mahasiswa itu sendiri.

Faktor lain yang kiranya membuat gerakan Mahasiswa akhir–akhir ini seperti menuju kepunahannya adalah pihak penguasa yang terus berupaya agar gerakan Mahasiswa dibelenggu sedemikian rupa lewat wewenang berupa Undang–undang. Hemat saya, pertanyaan perlu atau tidaknya aksi Mahasiswa terkait hal ini bisa kita jawab dengan melihat kondisi sosial masyarakat saat ini. Namun, bakal terjadi atau tidaknya terpenting adalah Mahasiswa jangan sampai terlena dengan upaya–upaya politik adu domba dan pembodohan massal yang terus–terusan dilakukan oleh pihak yang tidak ingin Mahasiswa kembali menunjukkan “taring” nya.

“Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali” ~ Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia.

 

Oleh : Agung Harahap

Tags: BBMBBM NaikPertamaxpertamina
Previous Post

Fix Ngangenin, Ini Film Kartun Favorit Kamu di Masa kecil

Next Post

PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

Related Posts

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang?

by REDAKSI TEROPONG
4 February 2026
0

Teropongdaily, Medan-Di benak banyak orang, seni identik dengan keindahan, kreativitas, dan kebebasan berekspresi. Lukisan yang digantung di galeri, patung dipajang...

UKM-LPM Teropong UMSU Gelar Webinar Nasional Literasi Hukum Digital

Kecemasan Mahasiswa di Tengah Isu Perang Dunia Ketiga

by REDAKSI TEROPONG
29 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Belakangan ini, isu tentang Perang Dunia Ketiga semakin sering terdengar. Awalnya, hal tersebut terasa seperti cerita yang jauh dan...

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

Masihkah Mahasiswa Menjadi Suara Rakyat?

by REDAKSI TEROPONG
25 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Mahasiswa sejak dulu dikenal sebagai agen perubahan dan penjaga nurani publik. Dalam dinamika sosial dan politik bangsa, mahasiswa memiliki...

Pengamat Politik UMSU Nilai Tekanan AS terhadap Iran Kian Agresif

Penahanan Peserta Demonstrasi Dinilai Mengancam Kebebasan Demokrasi

by REDAKSI TEROPONG
18 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Penahanan sejumlah peserta dalam aksi demonstrasi besar kembali menjadi perhatian publik. Tindakan aparat yang mengamankan dan menetapkan beberapa peserta...

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

Child Grooming: Kejahatan Sunyi yang Tumbuh dari Kelengahan Sosial

by REDAKSI TEROPONG
12 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Child grooming kerap dipahami secara keliru sebagai interaksi biasa yang kebetulan berujung pada kekerasan. Padahal, grooming bukanlah peristiwa spontan,...

Rindu dalam Diam

KUHP Baru: Antara Pembaruan Hukum dan Tantangan Kebebasan Sipil

by REDAKSI TEROPONG
9 January 2026
0

Teropongdaily, Medan-Sejak Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru resmi diberlakukan pada awal 2026, Indonesia memasuki fase baru dalam sistem hukum...

Next Post
PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

PJTLN Bukan Sekedar Ajang Pelatihan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended

Mahasiswi UMSU Raih Gelar Duta Muda Sumut

Mahasiswi UMSU Raih Gelar Duta Muda Sumut

2 years ago
Bye Bye Kulit Kusam

Bye Bye Kulit Kusam

5 years ago

Popular News

    Connect with us

    Berlangganan melalui Email

    Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

    Join 5 other subscribers

    Konten Terbaru

    • Mahasiswa FKIP UMSU Raih Gelar Duta Muda Inspirator Sumatera Utara 2026 3 February 2026
    • Mengapa Seni Dijadikan Mesin Cuci Uang? 2 February 2026
    • Survei: Pandangan Mahasiswa UMSU terhadap Peluang dan Tantangan Kerja di Era Digital 31 January 2026

    Tentang Kami

    Pers Mahasiswa TEROPONG merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). UKM-LPM TEROPONG UMSU berdiri pada 12 Juli 2001 dan sampai saat ini merupakan satu-satunya UKM yang mengelola bidang penerbitan dan pers di tingkat UMSU.

    • Tentang
    • Advertisement
    • Contact

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    No Result
    View All Result
    • Artikel
    • Foto Jurnalistik
    • Kabar SUMUT
    • Kabar Kampus
    • Kabar Medan
    • Majalah
    • Newsletter
    • Sastra
    • Nasional
    • Internasional
    • Lainnya
      • Almamater
      • Ekonomi
      • Feature
      • Infografik
      • Lifestyle
      • Opini
      • Politik
      • Ragam
      • Sipongpong
      • Sobatpongpong
      • Sosok
      • Terkini

    © 2022 UKM-LPM Teropong UMSU | Designed and Developed by Agatha Projects.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password? Sign Up

    Create New Account!

    Fill the forms below to register

    All fields are required. Log In

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In