Apa kabar, Sirius
Banyak sekali ya panggilan sayang dari saya untukmu
Tuan, pemilik senyum asing, sayang, dan sekarang sirius
Eh, yang ketiga hanya bercanda
Saya tidak seberani itu mengikrarkan kepunyaan ‘orang lain’
“Saya ingin mencintaimu dengan sederhana”
Begitu kata Pak Sapardi
Nyatanya, mencintaimu dengan sederhana menjadi hal yang sulit dijelaskan
Dan mencintaimu bukan perkara yang sederhana
Seperti hujan yang pasti berhenti
Saya yang sedari dulu tidak pernah masuk ke dalam netramu, dan bahwa kamu tidak ‘seberani’ saya
Atau mungkin tidak ‘sebodoh’ saya untuk mencintai
Seperti lampu taman yang selalu memberikan penerangan yang ‘aestetik’ kata teman-teman senja
Pasti akan mati jua pada akhirnya
Saya pun begitu,
Sirius, kamu bintang yang terang
Tapi tidak berhasil menjadi penerang
Saya menyerah akan kamu dan perasaan kamu
Bagimu, semua hal serius dari saya hanyalah ‘candaan’
Bagimu, perasaan saya ‘candaan’
Bagimu, usaha saya ‘candaan’
Bagimu, DIRI saya ‘candaan’
Jangan terus berlari antara ruang hati dan akal pikiran
Pilihlah salah satunya
Biarkan saya tau, harus dengan cara seperti apa agar melupakan semua ini
Tr : Amita Aprilia





















